Story

JPMorgan: Bitcoin Berpotensi Ungguli Emas Jika Permintaan Lindung Nilai Menurun

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
JPMorgan: Bitcoin Berpotensi Ungguli Emas Jika Permintaan Lindung Nilai Menurun

Summary

Analis JPMorgan menyatakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mengungguli emas jika permintaan lindung nilai pasar berkurang, sebuah pandangan yang didukung oleh proyeksi jangka panjang bahwa aset ETF Bitcoin pada akhirnya dapat melampaui emas.

Text size
Background

Menurut analisis makro yang dirilis oleh JPMorgan pada hari Kamis, kinerja relatif Bitcoin dapat melampaui emas jika terjadi penurunan dalam aktivitas lindung nilai di pasar. Pandangan ini sejalan dengan prediksi analis Bloomberg yang menyatakan bahwa aset ETF Bitcoin pada akhirnya dapat tumbuh tiga kali lebih besar dari ETF emas seiring meningkatnya adopsi institusional.

Analisis Aliran Dana dan Lindung Nilai

Tim analis JPMorgan yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou menyoroti perbedaan signifikan dalam aliran dana antara kedua aset tersebut. ETF Emas dilaporkan telah sepenuhnya memulihkan arus keluar yang terjadi sebelumnya, sementara ETF Bitcoin baru pulih sekitar setengahnya.

Data menunjukkan permintaan lindung nilai yang lebih kuat untuk Bitcoin. Minat jual (short interest) pada iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock telah naik ke level tertinggi tahun ini, sementara rasio yang sama untuk SPDR Gold Shares ETF (GLD) berada di bawah rata-rata historisnya. Selain itu, rasio opsi jual terhadap opsi beli (put/call ratio) untuk IBIT lebih tinggi daripada GLD, yang mengonfirmasi sikap pasar yang lebih berhati-hati terhadap Bitcoin. Para analis menekankan bahwa jika permintaan untuk lindung nilai ini menurun, Bitcoin akan mendapatkan lebih banyak dukungan.

Prospek Jangka Panjang dan Adopsi Institusional

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dalam jangka panjang, analis Bloomberg Eric Balchunas berpendapat bahwa aset kelolaan ETF Bitcoin pada akhirnya bisa mencapai tiga kali lipat dari ETF emas. Faktor pendorong utamanya adalah transfer kekayaan antargenerasi dan konvergensi volatilitas.

Balchunas menjelaskan bahwa generasi muda cenderung melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai. Namun, volatilitasnya yang tinggi saat ini dan korelasi pergerakannya dengan indeks Nasdaq 100 membuat sebagian besar institusi besar masih memilih emas. Ia memprediksi titik balik akan terjadi ketika volatilitas dan korelasi Bitcoin dengan saham menurun, sehingga menjadikannya aset penyimpan nilai dan aset aman (safe-haven) yang lebih andal. "Bitcoin seperti emas di masa remajanya," ujar Balchunas, membandingkan usia Bitcoin yang baru 17 tahun dengan sejarah emas selama 5.000 tahun.

Sentimen Pasar Saat Ini

JPMorgan menambahkan bahwa penurunan permintaan ETF Bitcoin dalam seminggu terakhir lebih besar daripada ETF emas. Hal ini menyiratkan bahwa Bitcoin memiliki ruang pemulihan yang lebih besar jika sentimen pasar membaik. Tingkat posisi berjangka (futures) yang tetap tinggi untuk kedua aset menunjukkan bahwa investor institusional belum menarik dananya dari pasar.

Back to latest news

LATEST