Story
Suku Bunga KPR AS Mendekati 7% di Tengah Kebijakan Moneter The Fed yang Ketat

Summary
Suku bunga KPR 30 tahun di Amerika Serikat naik selama empat minggu berturut-turut hingga mencapai 6,95%, menekan keterjangkauan dan berpotensi menunda pemulihan pasar perumahan setelah kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di Amerika Serikat terus menanjak selama empat minggu berturut-turut, mendekati level psikologis 7% dan menambah tekanan pada pasar perumahan yang sudah melambat. Perkembangan ini terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya, memupus harapan akan biaya pinjaman yang lebih rendah dalam waktu dekat.
Menurut data yang dirilis oleh Freddie Mac pada hari Kamis, suku bunga rata-rata untuk KPR dengan tenor 30 tahun naik menjadi 6,95% per 17 September. Angka ini lebih tinggi dari 6,76% pada minggu sebelumnya dan 6,26% pada periode yang sama tahun lalu, menandai level tertinggi dalam lebih dari setahun.
Keterjangkauan Semakin Terkikis
Kenaikan biaya pinjaman ini memperburuk kondisi keterjangkauan perumahan yang sudah berada di bawah tekanan. Keputusan The Fed baru-baru ini untuk menaikkan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,00% semakin memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
- Berdasarkan estimasi dari Intercontinental Exchange Inc., sebuah keluarga AS pada umumnya kini harus mengalokasikan sekitar 31% dari pendapatan mediannya untuk membayar cicilan KPR, dengan asumsi harga rumah rata-rata $440.000.
- Suku bunga KPR sangat dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang saat ini masih berada di dekat level tinggi 5%, mengindikasikan lingkungan pembiayaan yang ketat.
- Akibatnya, kepercayaan di kalangan pengembang perumahan AS merosot ke level terendah dalam setahun terakhir, mencerminkan pesimisme terhadap prospek pasar.
AdAktivitas Pasar Tetap Lesu
Data terbaru menunjukkan dampak nyata dari suku bunga tinggi terhadap aktivitas transaksi. National Association of Realtors (NAR) melaporkan pada hari Kamis bahwa penjualan rumah tunda (pending home sales) pada bulan Agustus hanya naik tipis 0,3% secara bulanan, namun anjlok 4,7% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Lawrence Yun, Kepala Ekonom NAR, menyatakan bahwa meskipun masih ada pembeli yang aktif, pasar perumahan secara keseluruhan tetap lesu. Menurutnya, kenaikan suku bunga KPR telah meniadakan sebagian besar manfaat dari pertumbuhan lapangan kerja dan pendapatan. Volume kontrak pembelian rumah saat ini masih sekitar 30% di bawah level pra-pandemi.
Dengan tren suku bunga yang terus melampaui perkiraan sebelumnya, NAR telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan penjualan rumah bekas untuk tahun ini secara signifikan, dari 14% menjadi hanya 4%. Kenaikan suku bunga yang berkelanjutan ini kemungkinan besar akan menunda pemulihan pasar perumahan AS yang telah lama dinantikan.