Story
CDS Nvidia Melonjak ke Rekor Tertinggi di Tengah Kekhawatiran 'Circular Financing'

Summary
Biaya untuk mengasuransikan utang Nvidia melonjak ke rekor tertinggi menyusul laporan mengenai kesepakatan pembiayaan infrastruktur AI yang masif, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko neraca keuangan dan praktik 'circular financing'.
Biaya untuk mengasuransikan utang Nvidia terhadap risiko gagal bayar melonjak ke rekor tertinggi, memicu aksi jual tajam pada sahamnya dan menyoroti kekhawatiran investor terhadap potensi risiko neraca keuangan perusahaan. Lonjakan ini dipicu oleh laporan media bahwa produsen cip tersebut sedang menegosiasikan kesepakatan pembiayaan bernilai ratusan miliar dolar untuk para pelanggannya.
Menurut data dari ICE Data Services, *credit default swap* (CDS) lima tahun Nvidia melonjak ke rekor 82 basis poin pada hari Senin, 27 Juli, yang merupakan kenaikan harian terbesar sejak kontrak tersebut mulai aktif diperdagangkan. Saham Nvidia (NASDAQ: NVDA) anjlok 4,99% pada hari Senin, menghapus sekitar $250 miliar dari nilai pasarnya.
Pemicu dari Laporan Pembiayaan AI
Kecemasan pasar dipicu oleh laporan Bloomberg yang mengutip sumber anonim, yang menyatakan bahwa Nvidia sedang mengerjakan kesepakatan infrastruktur AI senilai lebih dari $750 miliar. Kesepakatan ini dilaporkan mencakup jaminan pembiayaan sebesar $250 miliar untuk membantu OpenAI menyewa kapasitas dari pusat data yang direncanakan di Ohio, serta pengaturan terpisah untuk membiayai pembelian cip OpenAI senilai $350 miliar.
Secara terpisah, Financial Times juga melaporkan bahwa Nvidia berada di balik sewa pusat data senilai $50 miliar di Texas yang akan mengandalkan cipnya sendiri. Laporan-laporan ini, meskipun belum dikonfirmasi oleh Nvidia, telah mengalihkan fokus investor dari kisah pertumbuhan AI ke kesehatan neraca keuangan perusahaan.
Risiko 'Circular Financing' Menjadi Sorotan
AdKekhawatiran utama para analis kredit berpusat pada apa yang disebut "circular financing" atau pembiayaan sirkular. Dalam skema ini, Nvidia memberikan jaminan utang atau mengambil saham ekuitas di pelanggannya, seperti OpenAI dan CoreWeave, yang kemudian menggunakan modal tersebut untuk membeli cip dari Nvidia. Praktik ini berpotensi menggelembungkan permintaan yang terlihat dan mengikat neraca keuangan Nvidia dengan nasib para pelanggannya.
- Skala yang Signifikan: Bloomberg melaporkan bahwa Nvidia telah mengumumkan kesepakatan semacam ini senilai lebih dari $540 miliar pada tahun 2026 saja, tidak termasuk potensi kesepakatan baru dengan OpenAI.
- Peringatan Regulator: Baik IMF maupun Bank for International Settlements (BIS) telah menandai pembiayaan sirkular AI sebagai risiko penurunan sistemik.
- Sentimen Analis: "Nvidia yang menjamin lebih banyak utang pusat data OpenAI memperdalam pembiayaan vendor yang sudah dalam pengawasan," kata Billy Leung, Investment Strategist di Global X Management, kepada Bloomberg.
Implikasi bagi Investor dan Sektor Teknologi
Stres kredit ini mulai menyebar ke perusahaan teknologi besar lainnya. S&P Global baru-baru ini menurunkan peringkat Oracle menjadi BBB-, sementara Alphabet melaporkan arus kas bebas negatif untuk pertama kalinya sejak IPO di tengah masifnya belanja AI. Analisis FactSet memperkirakan belanja modal agregat untuk lima *hyperscaler* utama akan melebihi $690 miliar pada tahun fiskal 2026.
Bagi investor ekuitas, dinamika ini mengubah kalkulus valuasi Nvidia. Perusahaan tidak lagi hanya dilihat sebagai proksi murni untuk permintaan AI, tetapi juga sebagai entitas dengan risiko neraca keuangan yang kini diperhitungkan secara aktif oleh pasar kredit. Investor akan mengamati dengan cermat laporan pendapatan kuartal kedua Nvidia pada 26 Agustus untuk setiap komentar dari manajemen mengenai komitmen pembiayaan ini.