Story

Jefferies: Tokenisasi Aset Bergeser dari Fase Uji Coba ke Adopsi Awal

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
Jefferies: Tokenisasi Aset Bergeser dari Fase Uji Coba ke Adopsi Awal

Summary

Menurut Jefferies, tokenisasi aset di infrastruktur pasar Eropa kini beralih dari fase eksperimental ke adopsi strategis awal, dengan fokus pada penyelesaian masalah efisiensi modal.

Text size
Background

Menurut analisis terbaru dari Jefferies, tokenisasi aset di infrastruktur pasar keuangan Eropa sedang bertransisi dari fase eksperimental menuju adopsi strategis tahap awal. Perdebatan di kalangan investor bursa kini bukan lagi tentang *apakah* tokenisasi akan terjadi, melainkan *masalah apa* yang dapat diselesaikannya dan bagaimana distribusi keuntungan akan berubah di sepanjang rantai nilai.

Kasus Penggunaan dan Tantangan Utama

Jefferies mengidentifikasi mobilitas agunan intraday sebagai kasus penggunaan grosir yang paling menjanjikan. Inovasi ini berpotensi meningkatkan efisiensi modal sebesar 3% hingga 5% pada basis arus besar dengan memungkinkan pergerakan agunan yang memenuhi syarat secara intraday. Sistem Deutsche Börse, yang mencakup HQLAX yang terhubung ke Eurex dan Clearstream, menjadi contoh awal mobilisasi agunan tanpa memindahkan aset dasarnya.

Namun, tantangan terbesar tetap ada pada komponen penyelesaian tunai atau *cash leg*. Jefferies mencatat bahwa rel teknologi buku besar terdistribusi (DLT) umumnya bersifat pra-pendanaan dan tidak dapat secara asli merepresentasikan kredit. Proses *Delivery versus Payment* (DvP) yang sesungguhnya memerlukan sekuritas dan dana tunai berada di rel yang sama secara *real-time*, suatu hal yang sulit dicapai mengingat:

  • Mata uang fiat berjalan pada siklus T+1 atau lebih lambat.
  • *Stablecoin* dianggap sebagai uang swasta dengan perlakuan akuntansi yang belum terselesaikan bagi bank-bank penting sistemik global.
  • Cakupan mata uang digital bank sentral (CBDC) masih terbatas.

Implikasi bagi Investor Ritel dan Ekuitas

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dalam konteks ekuitas, Jefferies memandang tokenisasi utamanya sebagai sebuah strategi distribusi ritel. Platform seperti Robinhood menerbitkan *wrapper* token pada saham untuk memberikan eksposur ekuitas kepada pengguna yang terbiasa dengan aset kripto.

Penting untuk dicatat bahwa token ini diterbitkan oleh platform, bukan oleh emiten aset yang mendasarinya. Hal ini membuatnya lebih mirip dengan produk derivatif atas arus kas tanpa memberikan hak tata kelola (governance rights) kepada pemegangnya.

Prospek bagi Infrastruktur Pasar Keuangan

Bagi infrastruktur pasar keuangan (IPK) yang sudah mapan, tokenisasi menghadirkan ancaman sekaligus peluang. Jefferies berpendapat bahwa grup yang terintegrasi secara vertikal—yang mengelola likuiditas, konektivitas, agunan, dan layanan aset di bawah satu atap—berada di posisi terbaik untuk merebut pangsa pasar.

Di sisi lain, regulasi yang masih mensyaratkan fungsi seperti pencatatan (registry) memberikan perlindungan bagi sebagian sumber pendapatan yang ada. Jefferies memperkirakan adopsi akan berjalan lambat, sehingga disrupsi signifikan terhadap pangsa pasar kustodian sentral efek (KSE) atau bursa diperkirakan masih terbatas dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Back to latest news

LATEST