Story
Deutsche Bank: Saham Tetap Tertopang di Tengah Volatilitas, Jerman Jadi Pilihan Utama

Summary
Ahli strategi Deutsche Bank memperkirakan pasar saham akan tetap mendapat dukungan hingga akhir tahun, meskipun volatilitas kembali normal akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Bank tersebut melihat peluang di saham Eropa, khususnya Jerman, dan merekomendasikan sektor Utilitas.
Ahli strategi di Deutsche Bank meyakini pasar ekuitas akan tetap tertopang hingga akhir tahun, meskipun volatilitas pasar telah kembali ke tingkat yang lebih normal setelah periode volatilitas terealisasi yang sangat rendah. Menurut tim yang dipimpin oleh Maximilian Uleer, pergeseran dari pasar yang cenderung "membosankan" ini mencerminkan dampak dari suku bunga dan inflasi yang lebih tinggi, serta meningkatnya ketidakpastian politik.
Prospek Tetap Positif di Tengah Gejolak
Meskipun volatilitas meningkat, Deutsche Bank menyatakan bahwa mereka "mengharapkan ekuitas tetap didukung selama suku bunga yang lebih tinggi diimbangi oleh data pertumbuhan dan inflasi yang juga lebih tinggi." Bank tersebut juga melihat adanya kemungkinan bahwa tekanan pasar dan politik saat ini dapat mengarah pada de-eskalasi konflik Iran, yang berpotensi mendukung sentimen di pasar saham.
Secara historis, data menunjukkan bahwa pasar saham mampu menyerap imbal hasil obligasi yang lebih tinggi selama kondisi makroekonomi tetap kuat. Deutsche Bank mencatat bahwa ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melampaui 5% di masa lalu, indeks S&P 500 secara median cenderung datar pada hari itu dan naik hampir 1% sebulan setelahnya.
Fokus pada Eropa dengan Jerman sebagai Unggulan
Secara regional, Deutsche Bank mempertahankan sikap "Netral secara taktis" antara ekuitas Eropa dan AS. Meskipun pertumbuhan laba absolut di AS tetap "luar biasa dan merata", para ahli strategi menyoroti bahwa kejutan data makro di Eropa lebih positif dan momentum laba tampak lebih kuat.
AdDi dalam Eropa, Jerman menjadi pasar favorit Deutsche Bank. Pilihan ini didasarkan pada beberapa faktor kunci:
- Perbaikan data makroekonomi.
- Momentum reformasi yang terus berjalan.
- Pergeseran kebijakan fiskal yang signifikan, termasuk rencana untuk menerbitkan utang baru senilai €1 triliun pada akhir dekade.
Perubahan Rekomendasi Sektor
Deutsche Bank juga melakukan dua perubahan peringkat sektoral dalam laporannya. Bank tersebut menaikkan peringkat sektor Utilitas menjadi *Overweight*, dengan alasan bahwa aksi jual baru-baru ini yang dipicu oleh suku bunga "tidak dapat dibenarkan" dan estimasi laba belum sepenuhnya mencerminkan kenaikan harga listrik.
Sebaliknya, sektor Kesehatan diturunkan peringkatnya menjadi *Neutral*, karena bank melihat profil risiko-imbal hasil yang lebih baik di sektor defensif lainnya seperti Kebutuhan Pokok (Staples) dan Real Estat. Sementara itu, mereka mempertahankan peringkat *Underweight* untuk sektor Asuransi dan Telekomunikasi. Untuk pasar Eropa, Deutsche Bank memproyeksikan potensi kenaikan 3-6% untuk indeks-indeks utama hingga akhir tahun 2026, seiring dengan perkiraan pertumbuhan laba sebesar 15% untuk indeks STOXX 600 tahun ini.