Story
CITIC: Sektor Internet China Fokus pada AI dan Kinerja di Paruh Kedua 2026

Summary
Laporan CITIC Securities menyoroti prospek sektor internet China pada paruh kedua 2026, dengan fokus pada kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan ketahanan kinerja bisnis inti di tengah valuasi yang masih rendah.
Menurut laporan riset dari CITIC Securities, fokus pasar untuk saham internet China pada paruh kedua tahun 2026 akan beralih pada kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan kepastian kinerja bisnis inti. Analisis ini muncul setelah sektor ini mengalami valuasi yang rendah dan bergejolak pada kuartal kedua, dengan faktor penentu harga kini lebih condong ke fundamental perusahaan daripada sentimen risiko eksternal.
Kinerja Kuartal Kedua dan Pergeseran Fokus
Pada kuartal kedua 2026, kinerja sektor teknologi China tertinggal dari pasar global. Indeks Hang Seng Tech dan Indeks Internet China masing-masing terkoreksi -3,8% dan -13,9%, kontras dengan Indeks Nasdaq yang justru menguat +21,4% pada periode yang sama. CITIC Securities mencatat bahwa valuasi tetap tertekan, dengan rasio NTM P/E Indeks Hang Seng Tech berada di level 15,2x per 11 September, mendekati level satu standar deviasi di bawah rata-rata historisnya.
Faktor pendorong utama pasar telah bergeser. Jika sebelumnya sentimen risiko eksternal menjadi penentu, kini pasar lebih memperhatikan ekspektasi likuiditas, ketahanan pendapatan, dan kondisi arus kas perusahaan. Hal ini menandakan investor mencari stabilitas fundamental dalam portofolio mereka.
Pendapatan Stabil, Laba Mulai Pulih
Laporan keuangan kuartal kedua 2026 menunjukkan gambaran yang beragam. Secara agregat, pendapatan perusahaan-perusahaan internet utama China tumbuh 5% secara tahunan (YoY), setara dengan laju pertumbuhan pada kuartal pertama. Beberapa perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan solid antara lain Meituan (+14%), BOSS Zhipin (+14%), dan Tencent Holdings (+11%).
Dari sisi profitabilitas, laba bersih non-GAAP agregat turun -9% YoY. Namun, angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan penurunan -32% pada kuartal pertama. Prospek untuk paruh kedua tahun ini terlihat lebih cerah, dengan konsensus Visible Alpha memproyeksikan pendapatan agregat tumbuh 8% di Q3 dan 9% di Q4, sementara laba bersih non-GAAP diperkirakan naik 8% di Q3 dan melesat 37% di Q4.
AdProspek Investasi: AI dan Imbal Hasil Pemegang Saham
CITIC Securities merekomendasikan dua tema utama untuk investasi ke depan: kemajuan AI dan kepastian kinerja. Dari sisi AI, model bahasa besar (LLM) China disebut mengejar ketertinggalan dengan cepat, dan perusahaan-perusahaan besar semakin fokus pada *return on invested capital* (ROIC) dari investasi AI mereka. Sebagai contoh, Alibaba menyebutkan bahwa belanja modal AI dapat kembali dalam waktu sekitar tiga tahun.
Sementara itu, imbal hasil kepada pemegang saham memberikan jaring pengaman bagi investor. Beberapa perusahaan menunjukkan komitmen kuat melalui program pembelian kembali saham (buyback) dan dividen, di antaranya:
- Imbal hasil buyback tahunan: JOYY (5,9%), NetEase Cloud Music (5,3%), BOSS Zhipin (3,8%).
- Imbal hasil dividen tahunan: Weibo (9,1%), Vipshop (4,8%), JOYY (3,9%), JD.com (3,5%).
Dengan demikian, investor disarankan untuk fokus pada perusahaan yang memiliki kepastian pendapatan tinggi, arus kas yang baik, dan katalis dari pengembangan AI, sambil mempertimbangkan risiko seperti perlambatan ekonomi makro dan ketegangan geopolitik.