Story
Saham Xenon Pharma Anjlok Usai Jeda Perekrutan Uji Coba Psikiatri

Summary
Saham Xenon Pharmaceuticals merosot tajam setelah perusahaan secara sukarela menghentikan perekrutan pasien baru untuk uji klinis psikiatri obat azetukalner karena adanya efek samping.
Saham Xenon Pharmaceuticals (NASDAQ:XENE) anjlok hingga 16% dalam perdagangan pasca-jam kerja pada hari Kamis setelah perusahaan mengumumkan jeda sukarela dalam perekrutan pasien baru untuk uji klinis psikiatri.
Langkah ini memengaruhi studi yang sedang berlangsung untuk obat azetukalner pada gangguan depresi mayor (MDD) dan depresi bipolar.
Alasan di Balik Keputusan
Xenon menyatakan bahwa jeda ini merupakan tindakan pencegahan yang diambil setelah berkonsultasi dengan Dewan Pemantau Keamanan Data (Data Safety Monitoring Board). Keputusan ini menyusul analisis mengenai efek samping neuropsikiatri yang diamati pada peserta.
Menurut perusahaan, tingkat dan tingkat keparahan efek samping yang diamati konsisten dengan profil keamanan azetukalner yang sudah diketahui. Namun, Xenon mencatat bahwa efek samping tersebut tidak terlihat dalam studi klinis Fase 2 X-NOVA sebelumnya untuk MDD. Pasien yang saat ini sudah terdaftar dalam studi psikiatri akan tetap aktif dan melanjutkan partisipasi mereka, sementara perusahaan mengevaluasi potensi modifikasi dosis untuk mengurangi efek samping ini.
Dampak Terhadap Program Lain
AdManajemen Xenon menekankan bahwa tindakan sukarela ini tidak memengaruhi studi epilepsi yang sedang berlangsung. Program untuk kejang fokal (*focal seizures*) dan kejang tonik-klonik umum primer terus merekrut pasien seperti yang direncanakan.
Secara terpisah, perusahaan baru-baru ini mengajukan Aplikasi Obat Baru (New Drug Application/NDA) kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk azetukalner dalam pengobatan kejang fokal. Pengajuan ini didasarkan pada data positif dari studi Fase 2b X-TOLE dan studi Fase 3 X-TOLE2.
Prospek ke Depan
Meskipun ada jeda perekrutan, Xenon mengonfirmasi bahwa pendaftaran untuk studi X-NOVA2 pada MDD telah selesai dengan total sekitar 360 pasien, mencapai sekitar 80% dari target awal. Perusahaan meyakini jumlah ini cukup kuat secara statistik untuk menunjukkan perubahan yang bermakna secara klinis pada titik akhir primer studi.
Investor dan pasar kini menantikan rilis data topline dari studi X-NOVA2, yang diperkirakan akan diumumkan pada kuartal pertama tahun 2027. Jeda ini menimbulkan ketidakpastian pada lini waktu program psikiatri, meskipun program epilepsi yang menjadi andalan tetap berjalan.