Story

Bitcoin Terkoreksi ke $78.255 di Tengah Lonjakan Minyak Brent dan Pelemahan Obligasi AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Bitcoin Terkoreksi ke $78.255 di Tengah Lonjakan Minyak Brent dan Pelemahan Obligasi AS

Summary

Harga Bitcoin sedikit melemah karena sentimen risiko investor tertekan oleh kenaikan harga minyak Brent di atas $100 per barel dan anjloknya harga obligasi pemerintah AS menjelang rilis data inflasi penting.

Text size
Background

Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi tipis dalam sesi perdagangan yang fluktuatif pada hari Rabu, tertekan oleh sentimen risiko yang memburuk akibat lonjakan harga minyak global dan pelemahan di pasar obligasi Amerika Serikat. Mata uang kripto terbesar di dunia ini terakhir diperdagangkan turun 0,3% ke level $78.255,1 pada pukul 16:43 ET (20:43 GMT), menurut data Investing.com.

Tekanan dari Pasar Makroekonomi

Sentimen investor terhadap aset berisiko terpukul oleh dua katalis negatif utama. Pertama, harga minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, untuk pertama kalinya melampaui $100 per barel sejak 26 Mei. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran, setelah Komando Pusat AS pada hari Selasa menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran.

Kedua, pasar obligasi pemerintah AS mengalami aksi jual yang mendorong lonjakan imbal hasil (*yield*). Pelemahan ini terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan melakukan pembelian kembali (*buyback*) obligasi senilai hingga $6 miliar, angka yang berada di bawah ekspektasi pasar yang mengharapkan setidaknya $10 miliar. Langkah ini menekan harga obligasi dan secara umum mengurangi selera investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Antisipasi Data Inflasi dan Kebijakan The Fed

Pelaku pasar kini mengalihkan fokus mereka pada data inflasi AS yang akan datang, yaitu Indeks Harga Produsen (IHP) pada hari Kamis dan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada hari Jumat. Data ini dianggap krusial untuk menentukan langkah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya, terutama setelah laporan data pekerjaan Agustus yang kuat minggu lalu telah meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Analis mencatat bahwa data inflasi yang lebih panas dari perkiraan dapat memperpanjang koreksi harga Bitcoin. "*Open interest* telah kembali naik bahkan saat harga turun dan penjualan spot berlanjut, sebuah kombinasi yang lebih sering menandakan posisi jual (*short*) baru daripada keyakinan untuk membeli," kata Iliya Kalchev, analis di Nexo Dispatch. Menurutnya, data IHK yang panas dapat memperpanjang penurunan, sementara data yang lunak kemungkinan akan memicu *short covering* yang memperkuat kenaikan.

Pergerakan Pasar Kripto Secara Luas

Penurunan Bitcoin diikuti oleh sebagian besar pasar *altcoin*. Aset kripto terbesar kedua, Ethereum (ETH), tergelincir 0,7% ke $2.468,65. Aset lainnya juga mencatatkan pelemahan, antara lain:

  • XRP: Turun 1% ke $1,4012
  • Solana (SOL): Turun 0,6%
  • BNB: Turun 2,1%
  • Cardano (ADA): Turun 3,3%

Koreksi ini terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai level tertinggi intraday di $82.178,6 pada 3 September, menyusul kenaikan signifikan sebesar 22,2% pada minggu terakhir bulan Agustus yang didorong oleh perkembangan regulasi yang positif di AS.

Back to latest news

LATEST