Story
NTSB AS Sebut Sepertiga Respons Keselamatan FAA 'Tidak Dapat Diterima'

Summary
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengkritik Administrasi Penerbangan Federal (FAA) karena gagal mengatasi masalah keselamatan pasca-tabrakan fatal tahun 2025, dengan menolak 11 dari 33 rekomendasi yang diajukan.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) menyatakan bahwa respons Administrasi Penerbangan Federal (FAA) terhadap 11 dari 33 rekomendasi keselamatan yang dibuat pasca-tabrakan di udara tahun 2025 "tidak dapat diterima". Rekomendasi tersebut diajukan setelah insiden yang menewaskan 67 orang dan menjadi bencana penerbangan paling mematikan di AS dalam lebih dari dua dekade.
Poin Utama Rekomendasi
Menurut laporan Reuters, NTSB secara spesifik menyoroti penolakan FAA untuk mewajibkan sistem keselamatan utama yang dikenal sebagai ADS-B In. Ketua NTSB, Jennifer Homendy, menyatakan bahwa sistem ini dapat memberikan peringatan kepada pilot pesawat penumpang 59 detik sebelum tabrakan dan kepada kru helikopter 48 detik sebelum tabrakan.
NTSB mengklasifikasikan respons regulator sebagai "tidak dapat diterima" jika agensi tersebut tidak setuju dengan rekomendasi, menawarkan alternatif yang tidak memadai, atau gagal mengambil tindakan tepat waktu. "Berapa dekade lagi harus berlalu sebelum kita lagi dan lagi harus merekomendasikannya setelah tragedi yang mengerikan?" kata Homendy kepada Reuters.
Respons FAA dan Konteks Legislatif
Dalam sebuah surat yang dilihat oleh Reuters, FAA menyatakan bahwa mereka sedang meninjau rute helikopter di enam kota besar dan telah mengeluarkan arahan untuk memisahkan jalur pesawat dan helikopter. Namun, NTSB mencatat bahwa FAA tidak mengindikasikan niat untuk membuat aturan yang mewajibkan ADS-B In.
AdAdministrator FAA, Bryan Bedford, sebelumnya pada bulan Juli mengatakan bahwa agensi tersebut dapat bergerak maju terkait ADS-B tanpa tindakan dari Kongres tetapi lebih memilih arahan dari para legislator. Upaya legislatif untuk mengatasi masalah ini telah menemui jalan buntu, dengan sebuah RUU reformasi keselamatan penerbangan lolos di Dewan Perwakilan Rakyat AS tetapi RUU saingannya gagal mendapatkan suara mayoritas yang dibutuhkan.
Latar Belakang Insiden
Kritik ini berakar dari tabrakan pada Januari 2025 antara jet regional American Airlines dan helikopter Army Black Hawk di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington. Penyelidikan NTSB yang dirilis pada Januari menemukan adanya "kegagalan sistemik" oleh FAA sebagai penyebab kecelakaan tersebut.
NTSB menyimpulkan bahwa keputusan FAA untuk mengizinkan helikopter terbang di dekat bandara tanpa pengamanan yang memadai untuk memisahkannya dari pesawat terbang menjadi faktor utama. Dewan tersebut juga mengkritik kegagalan FAA untuk meninjau data dan bertindak atas rekomendasi sebelumnya untuk memindahkan lalu lintas helikopter menjauh dari bandara.