Story

Mogok Kerja di Prancis Berakhir, Harga Gas Eropa Turun ke Level Terendah Sepekan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Mogok Kerja di Prancis Berakhir, Harga Gas Eropa Turun ke Level Terendah Sepekan
Text size
Background

Harga gas grosir Eropa turun untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis, mencapai level terendah dalam lebih dari sepekan. Pelemahan ini terjadi setelah berakhirnya aksi mogok kerja di sektor energi Prancis yang memulihkan aliran keluar dari terminal impor utama dan meredakan kekhawatiran pasokan jangka pendek di pasar.

Rincian Penurunan Harga

Kontrak acuan gas Eropa, Dutch Title Transfer Facility (TTF) untuk pengiriman bulan depan, turun 1,23% menjadi sekitar €76,98 per megawatt-hour (MWh). Angka ini menandai level terendah dalam lebih dari satu minggu, menunjukkan meredanya tekanan pada pasokan dalam waktu dekat.

Di Inggris, kontrak gas grosir NBP untuk bulan depan juga mengalami penurunan serupa sebesar 1,23% menjadi sekitar 191,00 pence per therm, yang juga merupakan titik terendah dalam sepekan terakhir.

Akhir Aksi Mogok Jadi Pemicu Utama

Pendorong utama penurunan harga di seluruh pusat gas Eropa adalah berakhirnya aksi mogok kerja selama 24 jam oleh serikat pekerja energi Prancis. Aksi ini sebelumnya telah mengganggu pasokan gas ke jaringan pipa kontinental.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Menurut laporan, aksi mogok tersebut memaksa operator terminal Belgia, Fluxys, untuk secara signifikan mengurangi kapasitas aliran keluar di terminal gas alam cair (LNG) Dunkirk—fasilitas impor LNG terbesar di Prancis. Aliran keluar harian anjlok dari minimum 9,4 gigawatt-hour (GWh) menjadi hanya 4 GWh. Dengan berakhirnya mogok dan normalisasi operasi, tingkat regasifikasi di terminal Dunkirk mulai kembali ke kapasitas normal, sehingga menekan harga kontrak jangka pendek.

Konteks Pasokan dan Risiko Musim Dingin

Meskipun harga turun dalam beberapa hari terakhir, fundamental pasar secara keseluruhan masih ditopang oleh kerentanan pasokan struktural. Menurut data dari Gas Infrastructure Europe, tingkat penyimpanan gas bawah tanah Uni Eropa telah naik perlahan menjadi 68,5%.

Namun, level ini masih jauh di bawah normal historis, tertinggal sekitar 16 poin persentase dari rata-rata musiman lima tahun. Para analis mencatat bahwa pada periode ini di tahun-tahun sebelumnya, fasilitas penyimpanan biasanya sudah mendekati kapasitas penuh. Hal ini membuat para pedagang tetap mempertahankan premi risiko yang tinggi pada kontrak untuk musim dingin, terutama di tengah kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral global seperti Bank Sentral Eropa dan The Fed untuk melawan inflasi yang didorong oleh biaya energi.

Back to latest news

LATEST