Story

KeyBanc Turunkan Peringkat Saham Apple Menjadi Underweight Akibat Permintaan Hardware Melemah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
KeyBanc Turunkan Peringkat Saham Apple Menjadi Underweight Akibat Permintaan Hardware Melemah

Summary

KeyBanc Capital Markets menurunkan peringkat saham Apple menjadi Underweight dari Sector Weight, dengan alasan data permintaan perangkat keras yang melemah dan kekhawatiran atas ekspektasi pertumbuhan tahun 2027.

Text size
Background

KeyBanc Capital Markets menurunkan peringkat saham Apple (AAPL) menjadi Underweight dari sebelumnya Sector Weight, serta menetapkan target harga $250 per saham. Langkah ini didasari oleh data permintaan perangkat keras yang melemah dan kekhawatiran bahwa ekspektasi pertumbuhan untuk tahun 2027 terlalu tinggi.

Alasan di Balik Penurunan Peringkat

Dalam sebuah catatan pada hari Selasa, analis Brandon Nispel menyoroti data belanja internal KeyBanc (dikenal sebagai KFLD) yang menunjukkan adanya perlambatan. Data tersebut mengindikasikan bahwa belanja terindeks turun 2% dari bulan ke bulan pada Juni, jauh di bawah rata-rata pertumbuhan tiga tahun sebesar 9%.

Menurut KeyBanc, penurunan ini menandakan bahwa pertumbuhan Apple di pasar Amerika Serikat "mulai mengalami normalisasi" setelah sebelumnya didorong oleh permintaan terkait tarif pada tahun lalu. Perlambatan ini memicu kekhawatiran terhadap prospek pendapatan perusahaan di masa depan.

Risiko Utama dan Proyeksi Layanan

KeyBanc mengidentifikasi beberapa risiko utama yang dihadapi Apple, yang dapat menekan kinerja keuangan perusahaan ke depan. Risiko-risiko tersebut antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Perlambatan produksi iPhone di tengah kenaikan harga.
  • Tingkat pembaruan perangkat (upgrade) yang lemah di AS dan perubahan model subsidi dari operator seluler.
  • Ekspektasi pertumbuhan untuk Mac, iPad, dan Wearables pada tahun 2027 yang kemungkinan perlu diturunkan.
  • Pertumbuhan basis pengguna yang melambat, berpotensi menekan pendapatan dari segmen Layanan (Services).

Nispel memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Layanan akan melambat menjadi 7% pada tahun fiskal 2027. Angka ini secara signifikan berada di bawah konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan sekitar 12%. Proyeksi pertumbuhan iPhone sebesar 8% untuk tahun 2027 dari konsensus juga dianggap "terlalu agresif" oleh KeyBanc.

Valuasi Dianggap Terlalu Tinggi

Dengan saham Apple yang diperdagangkan sekitar 35 kali rasio harga terhadap pendapatan (P/E) dan 24,5 kali estimasi EV/EBITDA KeyBanc untuk tahun fiskal 2027, perusahaan investasi tersebut menilai saham ini sudah *overvalued* atau kemahalan secara historis.

KeyBanc menyatakan bahwa premi valuasi Apple dibandingkan dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq saat ini "tidak dapat dibenarkan" (*unwarranted*), mengingat potensi perlambatan pertumbuhan yang diidentifikasi.

Back to latest news

LATEST