Story

HSBC: Sinyal Jual di Pasar Saham Mereda, Buka Ruang untuk Kenaikan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 28, 20262 min read
HSBC: Sinyal Jual di Pasar Saham Mereda, Buka Ruang untuk Kenaikan

Summary

HSBC menyatakan bahwa gejolak pasar baru-baru ini telah berakhir dan sinyal jual telah menghilang, membuat bank tersebut mempertahankan posisi optimistis untuk kenaikan ekuitas lebih lanjut.

Text size
Background

HSBC menilai gejolak yang terjadi pada aset-aset berisiko baru-baru ini telah berakhir dan sinyal jual dalam kerangka sentimennya telah memudar. Dalam sebuah catatan kepada klien, bank tersebut menyatakan tetap berada pada posisi yang kuat untuk mengantisipasi kenaikan lebih lanjut di pasar saham.

Ketahanan Pasar di Tengah Gejolak

Menurut Max Kettner, Chief Multi-Asset Strategist HSBC, pasar telah melalui dua bulan yang penuh tantangan, termasuk kenaikan harga minyak sebesar $30 per barel akibat konflik di Timur Tengah dan koreksi tajam pada saham-saham teknologi. Meskipun demikian, Kettner mencatat bahwa ekuitas global hanya berada sekitar 1% di bawah rekor tertingginya pada awal Juni, menunjukkan ketahanan yang signifikan.

"Dan, tetap saja, tidak ada yang terjadi," tulis Kettner, menyoroti kemampuan pasar untuk menyerap berita negatif tanpa mengalami kemerosotan besar.

Faktor Pendorong Optimisme

HSBC mengidentifikasi beberapa alasan di balik ketahanan pasar dan prospek positifnya, yang membuat sinyal jual kini menghilang:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Valuasi yang Lebih Wajar: Valuasi telah mengalami penyesuaian. Rasio harga terhadap laba (P/E) ke depan kini berada dua poin penuh di bawah level 21,5 yang tercatat pada awal konflik.
  • Laba Perusahaan Melampaui Ekspektasi: Investor dinilai terlalu pesimis terhadap pendapatan. Laba per saham (EPS) 12 bulan ke depan untuk S&P 500 telah direvisi naik sebesar 5,5% selama setahun terakhir.
  • Ekspektasi Pertumbuhan yang Lebih Rendah: Ekspektasi pertumbuhan saat ini jauh lebih rendah dibandingkan awal tahun, memberikan fondasi yang lebih stabil bagi pasar.
  • Dinamika Imbal Hasil Obligasi: Bank tersebut menambahkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi menjelaskan mengapa pasar ekuitas mampu mengabaikan kenaikan harga minyak. Penurunan "keistimewaan A.S." dapat mengubah imbal hasil yang lebih rendah menjadi pendorong positif bagi saham.

Posisi Strategis HSBC

Dengan meredanya arus berita buruk, HSBC mempertahankan posisi "*overweight* maksimum pada ekuitas". Bank tersebut juga mengambil posisi *overweight* pada kredit imbal hasil tinggi (*high-yield*) dan kredit pasar negara berkembang (*emerging-market*).

Sebaliknya, HSBC mengambil posisi *underweight* pada obligasi pemerintah AS (Treasuries), obligasi pemerintah Jepang, dan minyak. Keputusan strategis ini didasarkan pada kesimpulan utama bahwa "sinyal jual dalam kerangka sentimen dan posisi kami kini telah menghilang."

Back to latest news

LATEST