Story

Dana lindung nilai (hedge fund) menunjukkan optimisme terhadap yen Jepang untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 19, 20262 min read
Dana lindung nilai (hedge fund) menunjukkan optimisme terhadap yen Jepang untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

Summary

Dana investasi dengan leverage beralih ke posisi net long pada yen Jepang untuk pertama kalinya sejak Juli 2025, mengumpulkan taruhan sebesar $1,6 miliar pada penguatan mata uang tersebut setelah kenaikan suku bunga bank sentral dan intervensi pasar baru-baru ini.

Text size
Background

Dana lindung nilai telah membalikkan pendirian mereka terhadap yen Jepang, menetapkan posisi bullish bersih untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun di tengah volatilitas yang meningkat menyusul kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS dan Bank of Japan. Pergeseran ini menandai pembalikan signifikan dari konsensus bearish yang telah lama dipegang terhadap mata uang tersebut.

Pergeseran Besar dalam Posisi

Data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) untuk minggu yang berakhir pada 15 September menunjukkan perubahan sentimen yang menentukan di antara investor spekulatif.

  • Dana yang menggunakan leverage beralih dari posisi short bersih sebesar 53.255 kontrak menjadi posisi long bersih sebesar 20.069 kontrak.
  • Ini mewakili total taruhan bullish sekitar ¥251 miliar ($1,6 miliar), menurut perhitungan media berdasarkan data CFTC.
  • Ini adalah pertama kalinya dana-dana ini memegang posisi long bersih kolektif pada yen sejak Juli 2025.

Tren ini tercermin pada manajer aset besar, yang juga secara signifikan meningkatkan taruhan bullish mereka. Mereka memperluas posisi net long yen mereka sebesar 54.179 kontrak, sehingga totalnya menjadi 54.821 kontrak. Data CFTC adalah indikator kunci yang digunakan oleh pelaku pasar untuk mengukur posisi di pasar valuta asing global, di mana rata-rata omset harian sekitar $9,5 triliun.

Kebijakan Bank Sentral Menguji Taruhan Baru

Sample IUX Markets – In-articleAd

Perubahan posisi terjadi ketika Federal Reserve dan Bank of Japan memperketat kebijakan moneter. Fed menaikkan suku bunga targetnya sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%, sementara BOJ mengarahkan suku bunga call overnight-nya sekitar 1,25%.

Namun, sinyal kebijakan BOJ kurang agresif daripada yang diantisipasi beberapa investor, sehingga memberikan tekanan langsung pada posisi long yen yang baru dibentuk. Yen jatuh hingga 1,3% terhadap dolar AS pada hari Jumat, diperdagangkan mendekati 156,80 pada penutupan New York, menguji keyakinan para pedagang yang bertaruh pada apresiasi yen.

Pengawasan Intervensi Berlanjut

Melemahnya yen kembali memicu spekulasi tentang intervensi resmi lebih lanjut. Bank Sentral Jepang dilaporkan telah menanyakan kepada pelaku pasar tentang tingkat nilai tukar saat ini—langkah yang sering dianggap sebagai pendahulu tindakan langsung di pasar mata uang. Ini menyusul intervensi bersama oleh otoritas AS dan Jepang beberapa minggu yang lalu untuk mendukung yen.

Pada saat yang sama, posisi spekulatif terhadap dolar AS baru-baru ini jatuh ke level terendah sejak Maret. Kenaikan tajam dolar minggu ini—kenaikan mingguan terbesar dalam sekitar tiga bulan—menunjukkan bahwa para pedagang yang secara bersamaan mengurangi posisi beli dolar sambil membeli yen mungkin menghadapi tekanan dari pergerakan pasar yang berlawanan.

Back to latest news

LATEST