Story

Hedge Fund Agresif Beli Yen, Targetkan USD/JPY di Bawah 150

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20263 min read
Hedge Fund Agresif Beli Yen, Targetkan USD/JPY di Bawah 150

Summary

Dana lindung nilai meningkatkan taruhan secara signifikan pada penguatan yen Jepang, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. Pasar opsi menunjukkan target agresif di bawah level 150 terhadap dolar AS, dengan beberapa taruhan bahkan membidik level 140.

Text size
Background

Dana lindung nilai (hedge fund) meningkatkan taruhan secara besar-besaran pada penguatan yen Jepang, menandakan pergeseran sentimen yang tajam di pasar valuta asing global. Data pasar derivatif menunjukkan aktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam memborong opsi yang akan untung jika yen terus menguat terhadap dolar AS, dengan target menembus level psikologis 150 pada akhir tahun.

Runtuhnya Level Kunci 155

Dalam sepekan terakhir, yen mencatatkan penguatan paling tajam sejak 2022, dengan pasangan mata uang USD/JPY anjlok dari level di atas 160 ke area 153. Titik balik krusial terjadi saat level 155 berhasil ditembus, sebuah level pertahanan yang bahkan tidak tertembus saat Kementerian Keuangan Jepang melakukan intervensi pasar senilai ¥15,4 triliun (sekitar $98,6 miliar) pada bulan Mei.

Jebolnya level ini, yang didorong oleh ekspektasi pasar bahwa probabilitas kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada bulan September mencapai 98% serta komentar *hawkish* dari Gubernur Kazuo Ueda, memicu reaksi berantai. Peristiwa ini mengaktifkan serangkaian order *stop-loss* dari posisi jual yen dan memaksa para pelaku pasar opsi untuk melakukan lindung nilai dengan menjual dolar, yang semakin mempercepat laju penguatan yen.

Pasar Opsi Tunjukkan Target Agresif

Data dari CME Group menyoroti tingkat keyakinan para spekulan. Menurut data tersebut, aktivitas perdagangan opsi USD/JPY pada hari Selasa didominasi oleh taruhan pada pelemahan dolar lebih lanjut.

  • Opsi yang paling aktif diperdagangkan adalah opsi jual (*put option*) dengan harga pelaksanaan 142,86 yang jatuh tempo pada bulan November.
  • Total volume transaksi opsi jual yang akan berakhir sebelum akhir tahun tercatat tiga kali lebih besar dari volume opsi beli (*call option*).

Graham Smallshaw, seorang trader valas senior di Nomura, mengungkapkan bahwa permintaan telah meluas hingga ke opsi dengan tenor 12 bulan. "Beberapa trader menggunakan opsi digital dan strategi lainnya untuk menargetkan level 140," ujarnya. Ini menunjukkan adanya sekelompok investor yang bertaruh pada apresiasi yen yang sangat signifikan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pergeseran Institusional dan Faktor Pendorong

Pergerakan ini dinilai bukan sekadar manuver taktis, melainkan sebuah pergeseran fundamental. Jerry Minier, Kepala Global Perdagangan Valas G10 di Citigroup, menyatakan, "Investor institusional merespons kemungkinan pergeseran paradigma dalam mata uang ini. Struktur opsi yang bertaruh USD/JPY akan berada di bawah 150 pada akhir tahun sangat populer."

Katalis utama di balik reli yen ini adalah revaluasi pasar terhadap jalur kebijakan moneter BoJ. Pasar *overnight index swap* (OIS) kini telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada 18 September. Penguatan yen yang tajam juga memaksa investor untuk melikuidasi posisi *yen carry trade*—strategi meminjam yen berbiaya rendah untuk diinvestasikan pada aset berimbal hasil lebih tinggi di luar negeri.

Ujian Berikutnya: Rapat Bank of Japan

Arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil rapat kebijakan BoJ pada 18 September. Karena kenaikan suku bunga sudah diantisipasi pasar, fokus utama akan tertuju pada panduan ke depan dari Gubernur Ueda. Sinyal *hawkish* yang mengindikasikan pengetatan lebih lanjut dapat mendorong yen menuju 150 atau lebih kuat.

Namun, jika BoJ menaikkan suku bunga tetapi memberikan sinyal *dovish* atau mengisyaratkan periode jeda yang panjang, hal itu dapat memicu aksi ambil untung besar-besaran dan menekan kembali yen. "Kenaikan suku bunga pekan depan adalah syarat perlu, tetapi tidak cukup untuk mempertahankan reli yen," kata Rodrigo Catril, seorang ahli strategi di National Australia Bank. "BoJ perlu mengirimkan sinyal *hawkish* untuk mendukung ekspektasi pasar."

Back to latest news

LATEST