Story

AS Longgarkan Aturan Jam Kerja Pengemudi Truk BBM di Tengah Kekhawatiran Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 17, 20261 min read
AS Longgarkan Aturan Jam Kerja Pengemudi Truk BBM di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Summary

Pemerintah AS untuk sementara melonggarkan batasan jam kerja bagi pengemudi truk yang mengangkut bensin dan solar, sebagai respons atas kekhawatiran gangguan pasokan global dan lonjakan harga diesel.

Text size
Background

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran sementara aturan jam layanan bagi pengemudi truk yang mengangkut bahan bakar seperti bensin dan solar. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kekhawatiran mengenai pasokan dan biaya di tengah gejolak pasar energi global.

Detail Kebijakan

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyatakan bahwa pengecualian aturan ini berlaku selama 90 hari, efektif sejak hari Rabu. Berdasarkan aturan baru, pengemudi diizinkan untuk beroperasi hingga 16 jam dalam periode 24 jam, naik dari batas sebelumnya yaitu 14 jam, dengan syarat mereka tetap mengambil waktu istirahat yang diwajibkan.

Langkah ini diambil oleh Federal Motor Carrier Safety Administration (FMCSA) sebagai antisipasi terhadap "kebutuhan fleksibilitas jam layanan yang lebih besar," menurut pernyataan departemen tersebut. Tujuannya adalah untuk merespons gangguan pasokan global dan mengantisipasi peningkatan permintaan bahan bakar pada akhir musim panas dan musim gugur.

Latar Belakang dan Dampak Pasar

Kebijakan ini diumumkan saat harga diesel di AS mencapai rekor tertinggi. Menurut data dari Energy Information Administration (EIA), harga rata-rata diesel nasional menyentuh $6,29 per galon, melonjak dari $3,74 pada tahun sebelumnya.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan harga dan ketatnya pasokan diesel global dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kapasitas penyulingan yang terbatas, larangan ekspor Rusia, dan mendekati puncak permintaan musim dingin. Departemen Transportasi berharap kebijakan ini dapat memitigasi dampak pada biaya dan ketersediaan bahan bakar bagi penyedia transportasi, sektor pertanian, dan masyarakat umum.

Konteks dan Pengecualian

Pemberlakuan perintah darurat semacam ini biasanya dilakukan untuk mengatasi bencana alam atau keadaan darurat seperti kebakaran hutan, badai, atau pandemi. Sebagai contoh, pada Maret 2020, perintah serupa dikeluarkan untuk pengemudi kendaraan komersial yang mengangkut bantuan darurat terkait COVID-19.

Namun, terdapat beberapa batasan dalam kebijakan ini:

  • Perusahaan angkutan dengan peringkat keselamatan bersyarat (*conditional safety ratings*) tidak termasuk dalam pengecualian ini.
  • Pengemudi yang membutuhkan istirahat segera diwajibkan untuk mengambil libur selama 10 jam berturut-turut sebelum kembali bekerja.
Back to latest news

LATEST