Story
Gelombang Akuisisi Sektor Makanan Ringan AS Dipimpin oleh Perusahaan Keluarga

Summary
Perusahaan keluarga global, termasuk Intersnack dari Jerman dan Ferrero dari Italia, secara aktif mengakuisisi produsen makanan ringan AS yang dinilai undervalued, memanfaatkan perspektif investasi jangka panjang mereka.
Sejumlah perusahaan makanan yang dimiliki keluarga, terutama dari luar negeri, gencar mengakuisisi produsen makanan ringan di Amerika Serikat. Tren ini menyoroti strategi investor jangka panjang yang melihat peluang di tengah perusahaan publik yang valuasinya tertekan oleh kekhawatiran pasar.
Gelombang Kesepakatan Lintas Batas
Contoh terbaru adalah kesepakatan senilai hampir $3 miliar di mana produsen keripik kentang Utz setuju untuk menjadi perusahaan swasta di bawah kendali Intersnack Group dari Jerman dan keluarga pendiri Utz. Menurut laporan Reuters, ini menandai kesepakatan pertama Intersnack di AS, menyusul akuisisi lain oleh perusahaan keluarga.
Beberapa kesepakatan signifikan lainnya meliputi:
- Ferrero, perusahaan keluarga asal Italia, yang mengakuisisi produsen sereal WK Kellogg dan merek makanan ringan protein Power Crunch.
- Mars, yang dikendalikan oleh keluarga Mars, mengambil alih produsen Pringles dan Cheez-It, Kellanova, dalam sebuah kesepakatan senilai $36 miliar.
Para investor keluarga ini memanfaatkan apa yang mereka lihat sebagai valuasi yang rendah. Saham-saham perusahaan makanan ringan telah tertekan oleh kekhawatiran investor mengenai popularitas obat penurun berat badan, perubahan selera konsumen, dan inflasi yang persisten. Adam Taetle, kepala perbankan investasi konsumen dan ritel global Lazard, menyatakan bahwa para pembeli ini "ingin mendapatkan eksposur ke pasar AS, dan percaya ada beberapa dislokasi nilai di pasar publik, yang pada gilirannya digunakan sebagai peluang membeli."
Perspektif Jangka Panjang Menjadi Pembeda
AdBagi perusahaan makanan ringan yang menjadi target, pembeli yang dimiliki keluarga dipandang sebagai pemilik jangka panjang yang lebih sabar dibandingkan dengan firma ekuitas swasta. "Jenis pembeli ini mampu berpikir secara generasi, yang merupakan pendekatan yang sangat berbeda," kata Taetle dari Lazard.
Sebaliknya, beberapa firma ekuitas swasta dan perusahaan publik lainnya lebih berhati-hati untuk melakukan akuisisi besar di kategori makanan ringan asin karena akan menciptakan persaingan langsung dengan Frito-Lay, anak perusahaan PepsiCo. Selain itu, akuisisi besar yang gagal dapat berdampak signifikan. Contohnya, J.M. Smucker mencatatkan biaya penurunan nilai sebesar $2,9 miliar setelah mengakuisisi produsen Twinkies, Hostess, pada tahun 2023.
Implikasi Pasar dan Valuasi
Laporan dari TD Cowen menyoroti bahwa tren ini dapat membantu pasar "menetapkan dasar valuasi" untuk perusahaan makanan dan minuman berkapitalisasi kecil dan menengah lainnya yang kinerjanya kurang baik. Akuisisi Utz dinilai sekitar 12 kali laba inti (EBITDA), sebuah tolok ukur yang dapat digunakan untuk target potensial lainnya.
TD Cowen menyebut BellRing Brands dan Simply Good Foods sebagai target potensial, yang saat ini diperdagangkan di bawah kelipatan EBITDA tersebut. Bagi Intersnack, akuisisi Utz adalah langkah strategis untuk menjadi pemain global terkemuka dalam makanan ringan asin dan bersaing lebih efektif dengan PepsiCo. Pendapatan gabungan perusahaan diperkirakan akan tumbuh dari $5 miliar menjadi $6,6 miliar.