Story

Bank of America Memperingatkan Fed Mungkin Akan Menaikkan Suku Bunga di Atas 5%, Merekomendasikan untuk Melakukan Short Selling Obligasi Pemerintah Jangka 2 Tahun

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 19, 20262 min read
Bank of America Memperingatkan Fed Mungkin Akan Menaikkan Suku Bunga di Atas 5%, Merekomendasikan untuk Melakukan Short Selling Obligasi Pemerintah Jangka 2 Tahun

Summary

Para ahli strategi di bank tersebut meyakini bahwa pasar meremehkan puncak suku bunga dana federal, memperkirakan suku bunga tersebut dapat kembali ke level tertinggi 5,5% pada siklus terakhir dan menyarankan klien untuk mengambil posisi guna mendapatkan imbal hasil jangka pendek yang lebih tinggi.

Text size
Background

Para ahli strategi Bank of America memperingatkan bahwa investor harus bersiap menghadapi risiko Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan kembali di atas 5%. Tim tersebut berpendapat bahwa pasar suku bunga meremehkan puncak tertinggi dari siklus kenaikan suku bunga saat ini, pandangan yang bertentangan dengan konsensus pasar saat ini.

Perkiraan Suku Bunga yang Agresif

Tim BofA yang dipimpin oleh ahli strategi Mark Cabana dan Meghan Swiber menyatakan bahwa suku bunga dana federal berpotensi kembali ke level tertinggi 5,5% yang dicapai selama siklus pengetatan 2022-2023. Hal ini kontras dengan harga swap suku bunga saat ini, yang menyiratkan puncak di kisaran 4,5%-4,75%.

Sejalan dengan prospek ini, para ahli strategi memperkirakan imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun akan naik menjadi 5% pada akhir tahun, naik dari level saat ini sekitar 4,7%. Mereka mencatat bahwa komentar Fed baru-baru ini menunjukkan bahwa para pejabat belum menganggap kebijakan moneter cukup ketat untuk secara signifikan memperlambat perekonomian AS.

Alasan dan Rekomendasi Perdagangan

Para ahli strategi merekomendasikan agar klien melakukan short selling obligasi Treasury AS 2 tahun, dengan target imbal hasil 5,25%, yang akan mendekati puncaknya pada tahun 2023. Mereka berpendapat bahwa "Fed yang tidak melihat kebijakan sebagai pembatasan, mungkin akan terus menaikkan suku bunga hingga kondisi keuangan benar-benar membatasi," sebuah skenario yang memperkuat keyakinan mereka pada kurva imbal hasil yang mendatar, di mana suku bunga jangka pendek naik lebih cepat daripada suku bunga jangka panjang.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Analisis mereka didukung oleh beberapa faktor:

  • Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) terbaru dari Fed menunjukkan bahwa para pejabat melihat risiko kenaikan inflasi yang lebih besar daripada risiko pengangguran.
  • Penerapan aturan Taylor, sebuah rumus yang digunakan untuk menyarankan suku bunga kebijakan yang tepat, menyiratkan bahwa suku bunga dana federal seharusnya sekitar 5,3%.

Pandangan yang Berbeda dan Dampak Pasar

Penting untuk dicatat bahwa rekomendasi ini berasal dari tim strategi pasar BofA, yang mengidentifikasi peluang perdagangan, dan berbeda dari departemen ekonomi bank. Dalam laporan terpisah, tim ekonom AS BofA, Aditya Bhave, mempertahankan perkiraan mereka untuk dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini, pada bulan Oktober dan Desember, tetapi memproyeksikan tidak ada tindakan kebijakan pada tahun 2027.

Meskipun para ahli strategi melihat ruang yang signifikan bagi imbal hasil jangka pendek untuk meningkat, mereka memperkirakan dampak yang lebih terbatas pada bagian jangka panjang kurva. Mereka memperkirakan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun akan berakhir tahun ini di 5%, mendekati level perdagangan saat ini.

Back to latest news

LATEST