Story

Margin Bensin di Eropa Barat Laut Naik Menjadi $47,62 Meskipun Terjadi Peningkatan Persediaan di AS yang Tak Terduga

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 20, 20261 min read
Margin Bensin di Eropa Barat Laut Naik Menjadi $47,62 Meskipun Terjadi Peningkatan Persediaan di AS yang Tak Terduga

Summary

Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut naik menjadi $47,62 per barel di tengah perdagangan yang aktif. Kenaikan ini terjadi meskipun ada peningkatan tak terduga dalam stok bensin AS yang dilaporkan oleh EIA.

Text size
Background

Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut meningkat pada hari Rabu, menunjukkan kekuatan di tengah sesi perdagangan yang sibuk meskipun data persediaan dari Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan.

Kenaikan Margin dan Aktivitas Perdagangan

Margin penyulingan bensin di wilayah tersebut naik sebesar $0,68 menjadi $47,62 per barel, menurut data pasar. Perdagangan aktif, dengan total 20.000 metrik ton bensin yang diperdagangkan.

  • Bensin E5: Sebanyak 10.000 metrik ton diperdagangkan, dengan ExxonMobil sebagai penjual dan Gunvor, ATL, dan BP sebagai pembeli.
  • Bensin E10: Tambahan 10.000 metrik ton dijual oleh TotalEnergies kepada sekelompok pembeli termasuk Trafigura, ExxonMobil, BP, dan MB Energy.

Persediaan AS Melampaui Ekspektasi

Penguatan margin ini patut diperhatikan karena terjadi di tengah data yang menunjukkan permintaan AS yang lebih lemah. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan bensin domestik secara tak terduga meningkat sebesar 794.000 barel minggu lalu, sehingga totalnya menjadi 207,7 juta barel.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Hasil ini bertentangan dengan perkiraan analis, yang memperkirakan penurunan sebesar 1 juta barel. Peningkatan persediaan yang mengejutkan biasanya merupakan sinyal bearish untuk harga, karena menunjukkan konsumsi lebih lemah dari yang diperkirakan.

Konteks Pasar yang Lebih Luas

Dalam berita pasar energi lainnya, pemerintah Rusia dilaporkan berencana untuk memperpanjang pembatasan ekspor bahan bakar diesel hingga akhir Oktober. Berita tersebut dilaporkan pada Selasa malam oleh surat kabar Rusia *Vedomosti*, yang mengutip dua sumber anonim.

Meskipun langkah tersebut secara khusus menargetkan diesel, pembatasan yang berkepanjangan terhadap ekspor produk olahan Rusia dapat memperketat pasar bahan bakar global, berpotensi memberikan dukungan latar belakang terhadap harga di seluruh kompleks energi.

Back to latest news

LATEST