Story
Aktivitas M&A Dirgantara Meningkat Seiring Lonjakan Produksi Pesawat

Summary
Aktivitas merger dan akuisisi di rantai pasok dirgantara mendekati rekor tertinggi, didorong oleh jadwal produksi Boeing dan Airbus yang lebih jelas yang meningkatkan kepercayaan investor.
Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di rantai pasok dirgantara global mengalami percepatan signifikan, didorong oleh jadwal produksi yang lebih stabil dari Boeing dan Airbus yang memberikan kepercayaan lebih besar kepada pembeli mengenai permintaan jangka panjang. Data industri menunjukkan bahwa volume transaksi tahun ini hampir menyamai rekor prapandemi.
Lonjakan Volume Transaksi
Menurut data dari bank investasi Janes Capital Partners, hingga Agustus tahun ini telah tercatat 154 transaksi dirgantara komersial yang diumumkan secara publik. Angka ini hanya sedikit di bawah rekor tahunan sebanyak 159 transaksi yang terjadi pada tahun 2019.
Namun, nilai total transaksi tersebut lebih rendah. Ke-154 kesepakatan yang diumumkan hingga Agustus memiliki nilai gabungan sebesar $14 miliar. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun lalu terdapat 157 transaksi senilai $37,5 miliar. Aktivitas M&A sempat anjlok pada tahun 2020 menjadi 82 transaksi senilai $3,3 miliar akibat pandemi.
Beberapa kesepakatan besar baru-baru ini menggarisbawahi tren ini. GE Aerospace mengumumkan akuisisi pemasok komponen cetak Consolidated Precision Products senilai $12 miliar. Selain itu, Parker Hannifin pada bulan Mei setuju untuk membeli divisi dirgantara Circor dari perusahaan ekuitas swasta KKR senilai $2,6 miliar.
Stabilitas Produksi Jadi Pendorong Utama
AdKepercayaan investor dan pembeli strategis pulih seiring dengan stabilnya laju produksi pesawat oleh para raksasa industri. Setelah beberapa tahun yang penuh gejolak, Boeing telah berhasil menstabilkan produksi pesawat terlarisnya, 737 MAX, dan mulai meningkatkan output. Perusahaan tersebut mengirimkan 600 jet tahun lalu, angka tertinggi sejak 2018, dan berada di jalur untuk melampauinya tahun ini.
Sementara itu, produksi Airbus juga terus meningkat secara konsisten sejak pandemi. Perusahaan menargetkan pengiriman 870 jet tahun ini, yang akan melampaui rekor prapandemi mereka sebanyak 863 unit pada tahun 2019. "Anda bisa mengindeks tingkat kenaikan produksi dan tingkat kenaikan kesepakatan, dan keduanya akan berjalan cukup beriringan," kata Anita Antenucci, pendiri bank investasi 3Wire Partners.
Persaingan untuk Pemasok Strategis
Para pembeli kini secara aktif menargetkan pemasok dengan kapabilitas manufaktur khusus, kapasitas produksi yang tersedia, dan tenaga kerja terampil yang langka. Stephen Perry, direktur pelaksana di Janes Capital, mencatat bahwa selama pandemi, sulit untuk menilai sebuah bisnis dengan percaya diri. Kini, dengan tingkat produksi yang lebih dapat diprediksi, pembeli merasa lebih nyaman dalam menentukan harga.
Hal ini meningkatkan persaingan bahkan untuk pemasok skala kecil dan menengah. Susan Kasa, pemilik Boulevard Machine, sebuah bengkel mesin kecil di Massachusetts, mengatakan bahwa ia sekarang menerima "dua hingga tiga panggilan sehari" dari calon pembeli. Minat yang tinggi ini, menurutnya, salah satunya disebabkan oleh tenaga kerjanya yang terlatih, sebuah komoditas langka di industri yang sedang menghadapi kekurangan tenaga kerja.