Story
Zelle Harus Hadapi Gugatan Terkait Penipuan Setelah Hakim Tolak Mosi Pembatalan

Seorang hakim pengadilan negara bagian New York telah menolak upaya platform pembayaran elektronik Zelle untuk membatalkan gugatan dari Jaksa Agung Letitia James. Gugatan tersebut menuduh Zelle gagal menerapkan fitur keamanan yang memadai, yang memungkinkan penipu mencuri lebih dari $1 miliar dari konsumen.
Detail Keputusan dan Gugatan
Dalam keputusannya, Hakim Phaedra Perry-Bond menyatakan bahwa Jaksa Agung James telah cukup membuktikan dugaan bahwa perusahaan induk Zelle, Early Warning Services, memprioritaskan pertumbuhan pasar dan kemudahan penggunaan di atas keamanan konsumen. Menurut gugatan tersebut, Zelle meluncurkan platformnya dengan tergesa-gesa meskipun ada keberatan dari mitra perbankannya.
Hakim Perry-Bond juga menyoroti fakta bahwa Zelle mengakui masih mengumpulkan dan menyimpan biaya dari transaksi penipuan, yang menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan secara implisit menyetujui aktivitas para penipu. Gugatan itu juga mempermasalahkan pemasaran Zelle yang mengklaim platform tersebut menawarkan "ketenangan pikiran" dan "didukung oleh bank, jadi Anda tahu itu aman."
Tanggapan Zelle dan Latar Belakang
Zelle, yang dimiliki oleh tujuh bank besar AS termasuk Bank of America, JPMorgan Chase, dan Wells Fargo, menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Seorang juru bicara perusahaan, Eric Blankenbaker, mengatakan bahwa "laporan penipuan dan penipuan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan terhadap pengguna Zelle selalu sangat rendah," dan menuduh jaksa agung menargetkan perusahaan untuk "keuntungan politik."
AdZelle diluncurkan pada tahun 2017 sebagai pesaing aplikasi seperti Venmo milik PayPal dan Cash App milik Block. Jaksa Agung James mencatat bahwa jenis penipuan yang umum terjadi meliputi peretasan akun, transfer tidak sah, dan peniruan identitas sebagai bank atau lembaga pemerintah.
Konteks Regulasi dan Implikasi
Kasus ini menempatkan sorotan pada tanggung jawab platform pembayaran *peer-to-peer* (P2P) dalam melindungi pengguna dari penipuan. Menurut James, Zelle baru mengadopsi perlindungan "dasar" pada tahun 2023, empat tahun setelah pertama kali diusulkan dan hanya setelah adanya penyelidikan dari Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB) AS dan beberapa anggota Kongres.
Gugatan ini diajukan setelah CFPB dilaporkan menghentikan kasus serupa pada Maret 2025. Keputusan pengadilan untuk melanjutkan kasus ini dapat menjadi preseden penting bagi industri pembayaran digital mengenai standar keamanan dan kewajiban mereka terhadap kerugian yang dialami konsumen.