Story
Gedung Putih Desak Peningkatan Pengecualian Kilang untuk Turunkan Harga BBM

Summary
Pemerintah AS dilaporkan meminta regulator lingkungan untuk mengizinkan lebih banyak kilang kecil menghindari mandat pencampuran biofuel, sebuah langkah yang bertujuan menekan harga bensin namun ditentang oleh sektor pertanian.
Pemerintah AS telah meminta regulator lingkungan federal untuk memberikan lebih banyak pengecualian kepada kilang minyak kecil dari kewajiban pencampuran biofuel, menurut dua pejabat pemerintahan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya administrasi untuk menekan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran yang tinggi.
Dorongan dari Gedung Putih
Di bawah hukum federal, kilang diwajibkan untuk mencampurkan miliaran galon biofuel, seperti etanol berbasis jagung, ke dalam pasokan bensin dan diesel nasional atau membeli kredit kepatuhan yang disebut Renewable Identification Numbers (RIN). Namun, kilang kecil dapat mengajukan pengecualian jika mereka dapat membuktikan kewajiban tersebut menyebabkan kesulitan keuangan.
Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) saat ini sedang meninjau 34 permintaan pengecualian dan sebelumnya memproyeksikan akan menyetujui volume yang setara dengan sekitar 1 miliar RIN. Namun, menurut sumber yang dikutip oleh Reuters, Gedung Putih telah meminta EPA untuk menyetujui volume yang lebih tinggi dari proyeksi awal tersebut. Dorongan ini dilaporkan dipimpin oleh penasihat senior Gedung Putih, Stephen Miller, dan anggota Dewan Dominasi Energi pemerintah.
Dampak Pasar dan Pertentangan Industri
Langkah ini memicu pertentangan tajam antara industri minyak dan sektor pertanian. Industri minyak berpendapat bahwa kewajiban pencampuran yang tinggi meningkatkan biaya operasional dan harga bensin. Sebaliknya, para pendukung biofuel menyatakan bahwa etanol justru menurunkan harga dengan menambah volume pasokan melalui aditif yang relatif murah.
AdProspek peningkatan pengecualian telah menekan harga RIN, yang anjlok ke level terendah dalam lebih dari empat bulan pada hari Senin. Kalangan industri yang diberi pengarahan oleh pemerintah memperkirakan EPA pada akhirnya dapat menyetujui pengecualian antara 1,2 miliar hingga 1,8 miliar RIN, yang akan secara signifikan mengurangi mandat pencampuran biofuel nasional tahun ini yang ditetapkan pada rekor 26,81 miliar RIN.
Konteks Politik dan Reaksi
Upaya untuk memperluas program pengecualian ini didasari oleh kekhawatiran atas tingginya harga bensin, yang tetap berada di atas $4 per galon, dan menjadi potensi liabilitas politik menjelang pemilihan sela bulan November. Kebijakan ini menghidupkan kembali salah satu perdebatan paling sengit dari pemerintahan Trump sebelumnya, yang memicu kemarahan dari kawasan pertanian (*Farm Belt*).
Para politisi dari negara bagian pertanian telah menyuarakan penolakan. Jaksa agung dari Iowa, South Dakota, dan Missouri mengirim surat kepada EPA, berargumen bahwa laporan pendapatan industri kilang yang kuat baru-baru ini merusak klaim kesulitan ekonomi. American Soybean Association memperingatkan bahwa pengecualian yang tinggi dapat menghilangkan permintaan biodiesel sekitar 500 juta galon dan merugikan petani kedelai sekitar $1 miliar.