Story
NTSB AS Pimpin Investigasi Kerusakan Mesin Boeing 737 Ryanair di Yunani

Summary
Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) akan memimpin investigasi atas insiden kerusakan mesin pada pesawat Boeing 737 NG milik Ryanair di Yunani. Insiden ini memiliki kemiripan dengan kejadian fatal sebelumnya yang melibatkan model pesawat yang sama.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) pada hari Kamis mengumumkan akan memimpin investigasi insiden kerusakan mesin pada pesawat Boeing 737 milik Ryanair. Otoritas Yunani telah mendelegasikan peran utama dalam penyelidikan ini kepada agensi AS tersebut.
Detail Insiden
Insiden terjadi pada 10 Juli tak lama setelah lepas landas dari Thessaloniki, Yunani, dalam penerbangan menuju Jerman. Menurut Federal Aviation Administration (FAA) dan bukti video, sebagian komponen mesin terlepas dan menghantam jendela kabin, menyebabkan dekompresi dan memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat.
Seorang penumpang berkebangsaan Serbia, Ljubisa Karovic, sebagian tersedot keluar dari jendela yang pecah sebelum ditahan oleh penumpang lain. Ia dilaporkan mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
Kemiripan dengan Kasus Sebelumnya
Kejadian ini memiliki kesamaan dengan dua insiden sebelumnya yang menimpa pesawat Boeing 737 NG milik Southwest Airlines pada tahun 2016 dan 2018. Pada insiden tahun 2018, seorang penumpang meninggal dunia setelah sebagian tersedot keluar dari jendela yang rusak akibat bilah kipas mesin yang patah.
AdMeski demikian, Administrator FAA Bryan Bedford dalam sebuah wawancara dengan Reuters menyatakan, "Saya rasa indikasi awal tidak menunjukkan bahwa (masalah Ryanair baru-baru ini) meniru insiden Southwest." Bedford menambahkan bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung mendorong evaluasi ulang penuh terhadap respons FAA terhadap insiden 2018.
Implikasi Regulasi dan Industri
Setelah insiden fatal Southwest, NTSB merekomendasikan agar Boeing mendesain ulang struktur penutup mesin (*fan cowl*) pada pesawat 737 NG. FAA kemudian mengeluarkan arahan kelaikan udara (*airworthiness directive*) pada tahun 2023 yang mewajibkan maskapai untuk melakukan perbaikan paling lambat Juli 2028.
Southwest Airlines pada hari Kamis menyatakan telah menyelesaikan perbaikan pada sekitar 80% armadanya yang terdampak dan lebih cepat dari jadwal. Ryanair diketahui menggunakan mesin CFM56 dari pabrikan CFM International pada semua model Boeing 737 NG, yang merupakan generasi sebelum model MAX saat ini.