Story

BCA Research Rekomendasikan Jual Dolar AS Terhadap Yen, Euro, dan Won

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 23, 20262 min read
BCA Research Rekomendasikan Jual Dolar AS Terhadap Yen, Euro, dan Won
Text size
Background

BCA Research merekomendasikan investor untuk menjual dolar AS terhadap sekelompok mata uang yang didukung oleh surplus neraca berjalan, termasuk won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan euro. Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi penurunan imbal hasil riil di Amerika Serikat dan melemahnya arus masuk portofolio asing.

Alasan di Balik Proyeksi Pelemahan Dolar

Pandangan *bearish* BCA terhadap dolar AS berakar pada dua faktor utama. Pertama, perusahaan riset tersebut memproyeksikan penurunan "imbal hasil riil inti" AS, yang didefinisikan sebagai imbal hasil Treasury yang dilindungi inflasi setelah mengeluarkan premi berjangka obligasi (*bond term premium*).

Menurut BCA, kenaikan imbal hasil AS baru-baru ini lebih banyak didorong oleh premi risiko fiskal dan inflasi, bukan oleh ekspektasi pertumbuhan yang lebih kuat. Kenaikan premi berjangka cenderung melemahkan dolar, sementara imbal hasil riil inti yang lebih tinggi biasanya bersifat mendukung.

Faktor kedua adalah potensi melambatnya arus modal asing ke aset AS. Selama ini, antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) telah mendorong pembelian ekuitas AS oleh investor asing, yang membantu mendanai defisit neraca berjalan Amerika yang besar dan menopang *greenback*. BCA memperkirakan arus masuk ini akan melambat jika valuasi saham teknologi AS yang mahal mulai melemah.

Mata Uang yang Direkomendasikan

Sample IUX Markets – In-articleAd

BCA mempertahankan posisi beli (*long*) pada won, yen, dan dolar Taiwan terhadap dolar AS. Perusahaan ini juga memegang forint Hungaria sebagai proksi untuk euro. Mata uang yang direkomendasikan ini memiliki fundamental yang kuat berkat surplus neraca berjalan, yang diperkirakan akan memberikan dukungan ketika investor global mengurangi eksposur mereka terhadap aset AS.

Sementara itu, yuan Tiongkok juga diperkirakan akan menguat terhadap dolar. Namun, BCA mengantisipasi bahwa otoritas Tiongkok akan membatasi penguatan tersebut melalui intervensi. Sebaliknya, mata uang seperti real Brasil, rupiah Indonesia, dan peso Filipina diproyeksikan akan berkinerja di bawah ekspektasi, menjadikannya alternatif yang kurang menarik.

Implikasi Pasar yang Lebih Luas

Pelemahan dolar AS diperkirakan akan berdampak pada kelas aset lainnya. Menurut BCA, kondisi ini akan mendukung harga emas dan saham perusahaan tambang emas. Perusahaan riset ini juga menyukai obligasi pemerintah non-AS setelah potensi aksi jual jangka pendek mereda.

Dalam hal ekuitas, BCA merekomendasikan untuk *underweight* pada saham-saham AS dan memperkirakan kinerjanya akan di bawah pasar global. Sebaliknya, mereka menyarankan alokasi netral di pasar negara berkembang, sedikit *overweight* di Eropa, dan secara substansial *overweight* di Jepang.

Back to latest news

LATEST