Story

Industri Otomotif AS Berpacu Hapus Komponen Tiongkok di Tengah Regulasi Baru

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20262 min read
Industri Otomotif AS Berpacu Hapus Komponen Tiongkok di Tengah Regulasi Baru

Summary

Industri otomotif AS sedang merombak rantai pasoknya untuk mematuhi peraturan federal baru yang melarang perangkat lunak dan keras dari Tiongkok dalam mobil terkoneksi, menciptakan tantangan biaya signifikan sekaligus peluang bagi pemasok domestik.

Text size
Background

Industri otomotif Amerika Serikat sedang berpacu dengan waktu untuk merombak rantai pasoknya, menggantikan komponen mobil terkoneksi yang berasal dari Tiongkok. Langkah ini dipicu oleh peraturan federal yang ketat dengan alasan keamanan nasional, yang memaksa produsen mobil untuk mencari alternatif pemasok domestik sebelum tenggat waktu yang akan datang.

Aturan Ketat Mendorong Pergeseran Rantai Pasok

Peraturan yang diadopsi pada Januari 2025 di bawah pemerintahan Biden ini melarang penggunaan perangkat lunak konektivitas Tiongkok mulai model tahun 2027, dan perangkat keras mulai model tahun 2030. Meskipun tenggat waktu tersebut tampak masih jauh, siklus pengembangan kendaraan yang memakan waktu bertahun-tahun membuat produsen mobil harus segera mengamankan pemasok yang patuh saat ini.

Kekhawatiran industri meningkat setelah produsen kendaraan listrik Polestar, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely Holding dari Tiongkok, dilarang menjual kendaraan baru di AS bulan lalu karena aturan tersebut. Menurut Hilary Cain, wakil presiden senior kebijakan di Alliance for Automotive Innovation, aturan ini "memerlukan pemeriksaan mendalam terhadap rantai pasok dan linimasa kepatuhan yang agresif."

Tantangan Biaya dan Logistik

Migrasi rantai pasok dari Tiongkok menimbulkan tantangan biaya yang signifikan. Seorang mantan eksekutif dari Detroit mengatakan bahwa kenaikan harga untuk sistem kemudi otomatis non-Tiongkok dibandingkan dengan yang menggunakan teknologi Tiongkok sangat mengejutkan. Perusahaan pemasok seperti Eagle Wireless mengakui masih ada selisih biaya 5% hingga 15% pada modul mereka dibandingkan dengan pesaing dari Tiongkok.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selain biaya, produsen mobil kini menuntut visibilitas yang lebih dalam ke rantai pasok pemasok mereka untuk memastikan tidak ada komponen Tiongkok yang melanggar aturan. Beberapa perusahaan dilaporkan mencari pengecualian; Reuters melaporkan bahwa Ford Motor telah meminta otorisasi untuk terus mengimpor beberapa model yang diproduksi di Tiongkok, sementara Volvo Cars adalah salah satu yang pertama menerima otorisasi.

Peluang bagi Pemasok Domestik

Di tengah tantangan ini, muncul peluang besar bagi perusahaan AS. Eagle Wireless, sebuah produsen elektronik yang dibentuk pada akhir 2025, adalah salah satu perusahaan yang tumbuh untuk mengisi kekosongan ini. Presiden perusahaan, TJ Dembinski, menyatakan bahwa ekspektasi pendapatan mereka untuk tahun ini telah meningkat hampir 100% menjadi hampir $100 juta.

Namun, pergeseran ini tidaklah sederhana. Eagle Wireless memulai dengan melisensikan desain modul dari pemimpin industri global asal Tiongkok, Quectel Wireless Solutions. Perusahaan kini harus berpacu untuk mengembangkan teknologinya sendiri untuk menggantikan lisensi tersebut sebelum tenggat waktu 2030. Strategi ini menyoroti dilema yang dihadapi industri: apakah kemitraan semacam itu merupakan jalan menuju kemandirian teknologi atau justru menciptakan bentuk ketergantungan baru.

Back to latest news

LATEST