Story
Pengadilan AS Batalkan Aturan Kunci UU Keamanan Online Anak Texas

Summary
Pengadilan banding federal AS membatalkan ketentuan utama dalam undang-undang Texas yang mewajibkan platform media sosial memantau konten berbahaya bagi anak-anak. Keputusan ini menjadi kemenangan bagi grup industri teknologi yang menentang undang-undang tersebut.
Pengadilan banding federal Amerika Serikat, dalam sebuah keputusan terpisah, telah memblokir Texas untuk memberlakukan ketentuan utama dari undang-undang negara bagian yang bertujuan melindungi anak-anak dari konten berbahaya di media sosial. Keputusan ini memberikan kemenangan signifikan bagi perusahaan teknologi besar.
Detail Keputusan Pengadilan
Dengan suara 2-1, Pengadilan Banding Sirkuit ke-5 AS di New Orleans memutuskan bahwa hukum federal yang ada lebih diutamakan daripada hukum negara bagian Texas. Secara spesifik, pengadilan membatalkan persyaratan bagi platform media sosial untuk memantau dan menyaring konten yang "mempromosikan, mengagungkan, atau memfasilitasi" berbagai tindakan berbahaya, termasuk menyakiti diri sendiri, bunuh diri, gangguan makan, dan perundungan.
Menurut Hakim Sirkuit Dana Douglas, yang menulis untuk mayoritas, Pasal 230 dari Communications Decency Act federal secara luas melindungi industri teknologi dari tanggung jawab hukum atas informasi yang diunggah oleh pihak ketiga. Aturan federal ini, menurut pengadilan, menggugurkan kewajiban pemantauan yang diberlakukan oleh undang-undang Texas, yang dikenal sebagai Securing Children Online through Parental Empowerment (SCOPE) Act.
Namun, pengadilan tetap mempertahankan ketentuan lain dalam undang-undang tersebut, yaitu persyaratan verifikasi usia bagi pengguna.
Implikasi bagi Industri Teknologi
AdKeputusan ini merupakan kemenangan besar bagi grup industri Computer & Communications Industry Association (CCIA) dan NetChoice. Anggota kedua grup ini mencakup raksasa teknologi seperti Amazon, Google, dan Meta Platforms (induk Facebook dan Instagram), yang sebelumnya menentang keras undang-undang tersebut.
Paul Taske, direktur di NetChoice Litigation Center, menyebut keputusan itu sebagai "kemenangan bagi setiap warga Texas yang percaya pemerintah tidak punya urusan untuk memutuskan apa yang bisa mereka baca, tonton, dan katakan secara online." Matthew Schruers, CEO CCIA, menambahkan bahwa keputusan tersebut menegaskan bahwa hukum federal melarang Texas "memaksa situs web dan layanan untuk berperan sebagai sensor negara."
Konteks Hukum yang Lebih Luas
Putusan ini menyoroti pertarungan hukum yang sedang berlangsung antara negara bagian dan perusahaan media sosial mengenai batasan tanggung jawab platform. Kasus ini menjadi salah satu dari banyak upaya di seluruh AS untuk mengatur konten online demi keamanan anak-anak, yang sering kali berbenturan dengan perlindungan hukum federal di bawah Pasal 230.
Sebagai perbandingan, pada bulan Maret, pengadilan banding federal yang berbeda membatalkan sebagian besar perintah penangguhan terhadap undang-undang California yang serupa, yaitu California Age-Appropriate Design Code Act. Perbedaan hasil di berbagai yurisdiksi ini menunjukkan lanskap hukum yang kompleks dan terus berkembang bagi industri teknologi dalam hal moderasi konten.