Story

Rencana Restrukturisasi Toyota di China Isyaratkan Konsolidasi Industri Otomotif yang Lebih Luas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20262 min read
Rencana Restrukturisasi Toyota di China Isyaratkan Konsolidasi Industri Otomotif yang Lebih Luas

Summary

Potensi penggabungan antara dua mitra utama Toyota di China, GAC dan FAW, menandakan fase baru bagi model usaha patungan asing di tengah pasar yang menyusut dan persaingan ketat.

Text size
Background

Sebuah potensi kesepakatan antara dua mitra utama Toyota di China dapat menjadi sinyal bahwa model usaha patungan (JV) asing yang telah lama ada di negara itu memasuki fase baru. Langkah ini didorong oleh pasar yang menyusut dan persaingan ketat yang memaksa para produsen mobil untuk menjadi lebih efisien.

Latar Belakang Rencana Akuisisi

Guangzhou Automobile Group (GAC) pada hari Senin mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi sebagian saham FAW Group dalam sebuah JV otomotif yang tidak disebutkan namanya dengan perusahaan yang terdaftar di luar negeri. Media pemerintah China melaporkan bahwa usaha patungan yang dimaksud adalah FAW Toyota, yang berpotensi membuka jalan bagi integrasi yang lebih erat antara dua bisnis Toyota di China.

Selama beberapa dekade, Toyota berekspansi di China melalui kemitraan terpisah dengan FAW di utara dan GAC di selatan. Strategi ini membantu perusahaan membangun skala di pasar yang tumbuh pesat. Namun, dengan melambatnya pertumbuhan dan intensifikasi persaingan, alasan untuk mempertahankan operasi paralel telah melemah.

Tekanan Pasar dan Logika Konsolidasi

China, pasar mobil terbesar di dunia, berada di ambang perombakan setelah bertahun-tahun ekspansi pesat yang menyisakan kelebihan kapasitas (overkapasitas) yang sangat besar. Para analis mengatakan kesepakatan yang diusulkan ini dapat menandai konsolidasi industri yang lebih luas karena kelebihan kapasitas telah merusak keekonomian jaringan paralel.

S&P Global Ratings dalam sebuah catatan pada hari Selasa memperingatkan bahwa permintaan yang lemah, kelebihan kapasitas, dan pergeseran cepat ke kendaraan listrik (EV) sedang menguji produsen mobil milik negara dan JV asing mereka. "Kami mengantisipasi gelombang restrukturisasi industri yang lebih luas selama dua hingga tiga tahun ke depan," kata S&P.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Menurut Bill Russo, pendiri konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai, ada "logika industri yang kuat" di balik langkah tersebut. Toyota dapat membuat penjualan dan distribusinya lebih efisien serta mengurangi tumpang tindih investasi. Namun, ia memperingatkan bahwa efisiensi saja tidak akan menyelesaikan tantangan mendasar, yaitu "hilangnya relevansi yang dihadapi banyak produsen mobil global dalam teknologi yang berhadapan langsung dengan konsumen."

Dampak bagi Merek Asing

Produsen mobil asing yang pernah mendominasi pasar China terus kehilangan pangsa pasar dari para pesaing lokal seperti BYD, Geely, dan Chery. Pangsa pasar Toyota di China telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data China Passenger Car Association, kedua JV Toyota menyumbang 7% dari penjualan kendaraan penumpang dalam delapan bulan pertama tahun ini, berada di belakang BYD, Geely Auto, dan Volkswagen.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2021, gabungan kedua JV tersebut menempati peringkat kedua setelah Volkswagen. Tanda-tanda konsolidasi sudah terlihat, dengan jaringan dealer FAW Toyota menyusut lebih dari 15% sejak puncaknya pada tahun 2022, sementara jaringan GAC Toyota turun lebih dari 10% pada periode yang sama.

Tantangan ini tidak hanya dihadapi Toyota. Honda dan Nissan telah memangkas produksi di China, sementara Mitsubishi Motors telah menghentikan produksi mobil di negara itu. Marjin laba di segmen manufaktur kendaraan telah jatuh ke 1,5%, level terendah dalam hampir satu dekade, menurut data resmi. Pemerintah China juga telah menyatakan dukungan untuk merger dan restrukturisasi di antara produsen mobil besar.

Back to latest news

LATEST