Story
NTSB: Pengemudi Tesla Berakselerasi Penuh Sebelum Tabrakan Fatal di Texas

Summary
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) menemukan bahwa pengemudi Tesla Model 3 mengambil alih sistem FSD secara manual dengan menekan pedal akselerator sepenuhnya, yang menyebabkan kecelakaan fatal di Texas.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat merilis temuan awal yang menyatakan bahwa pengemudi Tesla Model 3 yang menabrak sebuah rumah di Texas pada bulan Juni lalu telah mengambil alih sistem bantuan pengemudi kendaraan secara manual. Insiden tersebut mengakibatkan seorang wanita berusia 76 tahun meninggal dunia.
Temuan Awal NTSB
Berdasarkan data elektronik yang berhasil dipulihkan dari kendaraan, NTSB melaporkan bahwa pengemudi berusia 44 tahun tersebut telah mengaktifkan sistem *Full Self-Driving* (FSD) (Supervised). Namun, ia kemudian mengesampingkan sistem tersebut secara manual dengan menekan pedal akselerator hingga penuh.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kecepatan kendaraan model 2025 itu mencapai lebih dari 70 mph (113 kph) saat kecelakaan terjadi. Padahal, lokasi kejadian berada di jalan perumahan dengan batas kecepatan 30 mph. Temuan ini mendukung argumen Tesla bahwa tindakan pengemudi menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
Konteks Kecelakaan dan Investigasi
Kecelakaan fatal ini terjadi di Katy, Texas, ketika mobil Tesla menabrak dinding depan sebuah rumah dan menyebabkan Martha Avila (76) tewas akibat luka-lukanya. Menurut keluarga korban, pengemudi, Michael Butler, mengatakan kepada penegak hukum bahwa ia mengaktifkan Autopilot sebelum insiden.
AdSelain NTSB, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) juga sedang melakukan investigasi terhadap kecelakaan ini. Temuan NTSB mengonfirmasi pernyataan yang sebelumnya diunggah di media sosial X oleh Ashok Elluswamy, wakil presiden perangkat lunak AI di Tesla, yang menyatakan bahwa "pengemudi secara manual mengesampingkan *self-driving* dengan menekan akselerator hingga 100%."
Pengawasan Regulasi Terhadap Tesla
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan sistem bantuan pengemudi Tesla yang tengah diselidiki oleh regulator AS. Sejak 2016, NHTSA telah membuka hampir 50 investigasi khusus terhadap kecelakaan Tesla yang diduga melibatkan sistem bantuan pengemudi canggih, dengan sekitar dua lusin kematian dilaporkan.
Tesla secara konsisten menyatakan bahwa baik Autopilot maupun FSD adalah sistem bantuan pengemudi dan tidak membuat kendaraan menjadi otonom. Perusahaan menegaskan bahwa teknologi ini memerlukan "pengemudi yang sepenuhnya waspada" dengan tangan tetap berada di kemudi.