Story

Pasar Saham AS Reli di Tengah Penurunan Harga Minyak dan Optimisme AI Pasca Kenaikan Suku Bunga Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20263 min read
Pasar Saham AS Reli di Tengah Penurunan Harga Minyak dan Optimisme AI Pasca Kenaikan Suku Bunga Fed

Summary

Bursa saham AS ditutup menguat signifikan, dipimpin oleh saham teknologi, sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga. Penurunan harga minyak dan prospek cerah dari sektor AI menjadi katalis utama di tengah pergerakan pasar obligasi yang juga positif.

Text size
Background

Pasar saham Amerika Serikat membukukan reli yang kuat pada hari Kamis, sehari setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga pertamanya sejak Juli 2023. Penguatan ini dipimpin oleh sektor teknologi, menandakan pergeseran sentimen investor yang cepat dalam merespons dinamika makroekonomi.

Gambaran Pasar: Kenaikan Lintas Aset

Indeks-indeks utama Wall Street ditutup di zona hijau. Nasdaq Composite memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,7%, diikuti oleh S&P 500 yang naik 1,1%, dan Dow Jones Industrial Average yang menguat 316 poin atau 0,6%. Penguatan pasar terkonsentrasi pada saham-saham teknologi raksasa seperti NVIDIA, Amazon, Microsoft, Intel, dan AMD yang semuanya mencatat kenaikan signifikan.

Menariknya, reli di pasar saham terjadi bersamaan dengan penguatan di pasar obligasi—sebuah fenomena yang tidak biasa setelah kenaikan suku bunga yang bersifat *hawkish*. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke level terendah 4,93% dari puncaknya di 5,02% pada hari Rabu. Sementara itu, harga minyak mentah WTI sempat turun di bawah $100 per barel untuk pertama kalinya sejak pekan lalu.

"Sebelumnya pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed, yang menyebabkan banyak sektor terpukul, dan kini dana mulai mengalir kembali," kata Robert Pavlik, Manajer Portofolio Senior di Dakota Wealth, seperti dikutip oleh Zhitong Finance. "Banyak investor memanfaatkan koreksi ini untuk membeli di harga rendah."

Faktor Pendorong Reli Pasar

Beberapa narasi utama mendorong optimisme pasar pada hari Kamis, mulai dari meredanya harga komoditas hingga sentimen positif dari sektor kecerdasan buatan (AI).

Meredanya Harga Minyak Mentah

Katalis eksternal paling langsung untuk reli ini datang dari pasar minyak. Harga minyak mentah WTI dan Brent turun setelah adanya laporan bahwa Presiden Trump diperkirakan akan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk untuk membahas langkah selanjutnya terkait konflik Iran. Selain itu, Saudi Aramco dilaporkan berencana memulihkan sekitar setengah dari kapasitas produksinya yang terganggu dalam beberapa hari mendatang. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan jangka pendek dan potensi tekanan inflasi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Imbal Hasil Obligasi Menurun

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengindikasikan bahwa pasar telah mencerna sikap *hawkish* The Fed. Sikap Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, dalam konferensi pers perdananya dinilai pasar sebagai "*hawkish* yang terkendali", memberikan kejelasan tanpa menimbulkan kepanikan. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin lagi pada pertemuan Oktober telah meningkat menjadi sekitar 54%, naik dari 27% seminggu yang lalu, menunjukkan pasar secara bertahap menerima siklus pengetatan yang berlanjut secara teratur.

Narasi AI Kembali Dominan

Di luar faktor makro, saham teknologi mendapat dorongan spesifik dari CEO NVIDIA, Jensen Huang. Dalam sebuah acara di Skotlandia, Huang menyatakan bahwa ia memperkirakan penjualan chip perusahaannya tahun depan akan dua kali lipat dari tahun ini. Pernyataan ini memperkuat keyakinan investor terhadap keberlanjutan siklus investasi infrastruktur AI.

Prospek ke Depan dan Risiko Jangka Pendek

Meskipun reli hari Kamis memberikan kelegaan, beberapa analis tetap berhati-hati. Jefferies mencatat bahwa secara historis, S&P 500 cenderung berkinerja negatif dalam satu hingga tiga bulan setelah kenaikan suku bunga pertama dalam sebuah siklus. Namun, bank investasi lain seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs berpendapat bahwa selama pertumbuhan laba perusahaan tetap kuat, pasar *bullish* memiliki fundamental yang kokoh untuk berlanjut.

Variabel kunci ke depan adalah durasi harga minyak bertahan di level tinggi. Investor juga kini mengalihkan perhatian pada risiko jangka pendek dari "Triple Witching Day" pada hari Jumat, di mana kontrak opsi saham, futures indeks, dan opsi indeks akan berakhir secara bersamaan. Menurut Bluekurtic Market Insights, peristiwa kuartalan ini secara historis sering kali memicu volatilitas dan tekanan jual di pasar.

Back to latest news

LATEST