Story
Morgan Stanley Tetapkan T-Mobile Pilihan Utama di Sektor Telekomunikasi di Tengah Ancaman Starlink

Summary
Morgan Stanley mempertahankan T-Mobile sebagai pilihan utamanya di sektor telekomunikasi, meskipun memproyeksikan persaingan signifikan dari ekspansi broadband Starlink yang diperkirakan akan merebut 16 juta pelanggan di AS pada tahun 2030.
Morgan Stanley menegaskan kembali T-Mobile (TMUS) sebagai pilihan utamanya (*top pick*) di sektor telekomunikasi, bahkan ketika bank investasi tersebut memproyeksikan adanya disrupsi pasar yang signifikan dari ekspansi layanan internet broadband Starlink.
Menurut analisis yang dipimpin oleh Sean Diffley, preferensi tetap diberikan kepada operator nirkabel dibandingkan perusahaan kabel di tengah tantangan struktural yang dihadapi sektor konektivitas.
Proyeksi Persaingan dari Satelit
Morgan Stanley memperkirakan Starlink akan berhasil merebut sekitar 16 juta pelanggan broadband konsumen dan bisnis kecil di Amerika Serikat pada tahun 2030. Proyeksi ini mendorong revisi ke bawah terhadap estimasi untuk penyedia internet petahana di seluruh industri.
Perusahaan kabel dan broadband seperti Comcast dan Charter Communications telah mengalami kesulitan, dengan masing-masing kehilangan sekitar 500.000 pelanggan broadband per tahun. Morgan Stanley memperkirakan tren ini akan berlanjut, dengan kerugian tahunan antara 400.000 hingga 500.000 pelanggan seiring dengan peningkatan pangsa pasar Starlink.
Alasan di Balik Peringkat T-Mobile
Meskipun menghadapi ancaman persaingan, Morgan Stanley mempertahankan peringkat Overweight untuk T-Mobile. Target harga direvisi dari $260 menjadi $230, yang mencerminkan valuasi sekitar 8 kali rasio nilai perusahaan terhadap EBITDA yang disesuaikan ke depan (EV/forward adjusted EBITDA).
AdAnalis percaya T-Mobile berada di posisi terbaik untuk menangkap nilai di tengah evolusi pasar karena beberapa faktor kunci:
- Dinamika Harga: Harga untuk pelanggan lama (*back-book*) sekitar 10% lebih rendah dari pesaing, memberikan ruang untuk pertumbuhan.
- Pertumbuhan Pendapatan: Adopsi paket premium yang kuat oleh pelanggan baru diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pendapatan layanan di level satu digit menengah hingga tinggi hingga akhir dekade.
- Risiko Aset Rendah: T-Mobile memiliki eksposur paling kecil terhadap risiko aset terlantar (*stranded asset risk*) dari kompetisi satelit karena jejak fiber optiknya yang relatif kecil dan pendekatan *capital-light* melalui usaha patungan.
Penyesuaian Estimasi Jangka Panjang
Sebagai cerminan dari potensi dampak operator satelit, Morgan Stanley telah menyesuaikan estimasi jangka panjangnya untuk T-Mobile. Proyeksi penambahan bersih pelanggan untuk layanan akses nirkabel tetap (*fixed wireless access*) dan fiber untuk periode 2028-2030 dikurangi masing-masing sebesar 600.000 dan 100.000 pelanggan per tahun dibandingkan estimasi sebelumnya.
Untuk kuartal kedua 2026, bank tersebut juga menurunkan estimasi pendapatan layanan prabayar sekitar $100 juta menjadi $2,45 miliar. Namun, tekanan ini diperkirakan akan diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan rata-rata per akun (*average revenue per account*) pascabayar.