Story

Analis BofA: Bias 'Carry Trade' Musim Panas Lebih Banyak Mitos daripada Realita

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 26, 20262 min read
Analis BofA: Bias 'Carry Trade' Musim Panas Lebih Banyak Mitos daripada Realita

Summary

Keyakinan umum bahwa carry trade berkinerja lebih baik selama musim panas tidak didukung oleh data statistik yang kuat, menurut analis Bank of America. Kondisi makroekonomi dinilai memainkan peran yang jauh lebih signifikan daripada faktor kalender.

Text size
Background

Keyakinan umum bahwa strategi *carry trade* memiliki kinerja yang lebih baik selama musim panas ternyata memiliki dukungan statistik yang terbatas, menurut analis Bank of America. Laporan tersebut menyatakan bahwa kondisi makroekonomi secara fundamental memainkan peran yang jauh lebih besar dalam menentukan keberhasilan strategi ini dibandingkan dengan faktor kalender musiman.

Analisis Historis Membantah Mitos

Argumen konvensional yang mendukung bias *carry trade* di musim panas berpusat pada volume perdagangan yang lebih sepi, rilis data ekonomi yang lebih sedikit, dan aktivitas kebijakan yang berkurang selama bulan Juli dan Agustus. Teori ini menyatakan bahwa volatilitas yang lebih rendah memungkinkan investor untuk mengumpulkan imbal hasil dari aset dengan pengembalian lebih tinggi tanpa bergantung pada pergerakan pasar yang besar.

Namun, data historis yang dianalisis oleh Bank of America menunjukkan sedikit bukti adanya penurunan konsisten dalam volatilitas suku bunga yang terealisasi (*realized volatility*) selama musim panas. Sementara itu, volatilitas tersirat (*implied volatility*) memang menunjukkan pola yang sedikit lebih jelas, cenderung turun tipis di pertengahan tahun, tetapi pergeseran tersebut relatif kecil. Selain itu, beberapa pembalikan arah (*reversal*) besar dalam *carry trade* justru terjadi pada musim panas, seperti pada Agustus 2007, Agustus 2015, dan Agustus 2024, di mana likuiditas yang tipis dapat memperbesar guncangan tak terduga.

Kondisi Makroekonomi Tetap Mendukung

Terlepas dari mitos musiman, para analis mencatat bahwa kondisi makroekonomi saat ini masih mendukung preferensi untuk strategi *carry* dalam jangka pendek. Hal ini didasari oleh beberapa faktor:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Aktivitas ekonomi tetap kuat.
  • Kekhawatiran akan resesi masih terkendali.
  • Risiko pasar lebih condong ke arah reflasi daripada kontraksi.

Volatilitas suku bunga juga relatif stabil, meskipun pasar telah memperhitungkan jalur kebijakan Federal Reserve yang lebih *hawkish* menyusul harga minyak yang lebih tinggi dan kekhawatiran inflasi baru. Ini menunjukkan bahwa investor melihat perubahan lintasan kebijakan yang diharapkan tanpa memandang prospek pasar secara umum sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi.

Risiko dan Strategi ke Depan

Ancaman utama bagi strategi *carry trade* saat ini adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat memicu lonjakan harga minyak lainnya. Peristiwa semacam itu dapat mengganggu stabilitas yang menjadi tumpuan strategi ini, yaitu pertumbuhan yang stabil, inflasi yang terkendali, dan volatilitas yang rendah.

Untuk saat ini, para analis merekomendasikan untuk tetap pada posisi *short volatility* dan *long carry* selama musim panas. Mereka juga melihat nilai pada obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun (US Treasuries), yang diperkirakan sekitar 50 basis poin lebih murah dari nilai wajar fundamentalnya. *Positive carry* dan *rolldown* memperkuat alasan untuk memegang aset ini, dengan kurva imbal hasil AS yang menawarkan nilai *carry* yang lebih baik dibandingkan beberapa pasar negara maju lainnya.

Back to latest news

LATEST