Story

Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Anjlok ke Level Terendah Sepekan di Tengah Ketegangan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 12, 20261 min read
Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Anjlok ke Level Terendah Sepekan di Tengah Ketegangan

Summary

Jumlah kapal yang terpantau di Selat Hormuz turun tajam ke level terendah dalam satu minggu karena para pemilik kapal menghindari jalur air strategis tersebut di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Text size
Background

Arus pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur maritim terpenting di dunia, turun ke level terendah dalam sepekan pada hari Selasa. Penurunan ini terjadi karena para pemilik kapal memilih untuk menghindari perairan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dan permusuhan di Timur Tengah.

Penurunan Tajam Aktivitas Pelayaran

Data pelayaran dari Kpler menunjukkan bahwa hanya delapan kapal yang terpantau di Selat Hormuz pada hari Selasa, angka harian terendah sejak 5 Agustus. Jumlah ini berada di bawah rata-rata 10 hari yang mencapai sekitar 12 kapal.

  • Dari delapan kapal tersebut, hanya satu kapal pengangkut batu bara yang keluar dari selat.
  • Tujuh kapal lainnya yang memasuki selat semuanya dilaporkan mengambil rute Iran.

Data terpisah dari LSEG juga mengonfirmasi tren penurunan ini, dengan mencatat 11 transit pada hari Selasa, turun dari 14 transit pada hari sebelumnya. Sebagai perbandingan, sebelum eskalasi konflik, sekitar 130 hingga 140 kapal biasanya melintasi selat tersebut setiap hari.

Konteks Geopolitik

Sample IUX Markets – In-articleAd

Penurunan lalu lintas ini bertepatan dengan laporan serangan terpisah oleh Amerika Serikat dan kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran. Prospek untuk meredakan konflik tampak suram, terutama setelah Teheran menyatakan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup kecuali Washington menerima persyaratan yang diajukan.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang signifikan bagi industri perkapalan global. Investor dan pelaku pasar memantau dengan cermat perkembangan di kawasan tersebut, karena gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz dapat berdampak signifikan pada rantai pasok energi dan komoditas global.

Situasi di Bab al-Mandab

Berbeda dengan Hormuz, lalu lintas di Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah menunjukkan peningkatan. Data Kpler mencatat 30 kapal melintasi selat ini pada hari Selasa, berada di atas rata-rata 10 hari yang sebanyak 25 kapal. Hal ini dapat mengindikasikan adanya pergeseran rute atau perbedaan persepsi risiko antar jalur pelayaran utama di kawasan tersebut.

Back to latest news

LATEST