Story

Saham SpaceX Hadapi Risiko Lock-up $123 Miliar Setelah Anjlok di Bawah Harga IPO

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 20, 20262 min read
Saham SpaceX Hadapi Risiko Lock-up $123 Miliar Setelah Anjlok di Bawah Harga IPO
Text size
Background

Saham SpaceX (SPCX) terus mengalami tekanan jual signifikan, diperdagangkan di level $121,30, atau 10,2% di bawah harga IPO-nya sebesar $135 yang ditetapkan enam minggu lalu. Kinerja saham ini bahkan telah anjlok 46% dari level tertinggi sepanjang masanya di $225,64, memicu kekhawatiran investor menjelang peristiwa penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

Kinerja Saham dan Valuasi Premium

Sejak debutnya pada 11 Juni 2026, saham SpaceX berada dalam tren menurun. Menurut data Investing.com, saham ini telah terkoreksi 34,4% dalam sebulan terakhir. Meskipun terjadi penurunan tajam, valuasinya tetap premium.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,6 triliun, SpaceX diperdagangkan pada kelipatan 49 kali dari ekspektasi pendapatan (*expected revenue*). Selain itu, data dari InvestingPro menunjukkan bahwa perusahaan ini belum membukukan laba dalam dua belas bulan terakhir (*trailing twelve-month*), yang mengindikasikan risiko tinggi bagi investor.

Ancaman Tsunami Saham Senilai $123 Miliar

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada awal Agustus 2026, ketika periode penguncian saham (lock-up) pasca-IPO akan berakhir. Sesuai struktur IPO, peristiwa ini akan terjadi pada hari perdagangan kedua setelah SpaceX merilis laporan pendapatan kuartal pertamanya sebagai perusahaan publik.

Struktur *lock-up* tersebut meliputi:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • 911,5 juta saham senilai sekitar $123 miliar dengan harga saat ini akan bebas untuk dijual oleh investor awal dan karyawan tanpa syarat.
  • Sebanyak 455,8 juta saham lainnya hanya akan terbuka jika harga saham bertahan di atas $175,50 selama periode tertentu, sebuah target yang saat ini sulit tercapai.

Potensi tekanan jual sebesar $123 miliar yang memasuki pasar secara bersamaan merupakan risiko besar, terutama bagi saham yang sudah berada di bawah harga IPO-nya. Analisis Reuters terhadap 50 IPO besar di AS sejak 2010 menunjukkan bahwa saham yang turun di bawah harga IPO dalam dua bulan pertama cenderung memiliki kinerja yang lebih lemah dalam jangka panjang.

Prospek Jangka Panjang dan Katalis Jangka Pendek

Di tengah tekanan jual, beberapa analis tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang SpaceX. Wells Fargo, misalnya, memulai liputan dengan peringkat "Overweight" dan target harga $230, yang menyiratkan potensi kenaikan 90% dari level saat ini. Tesis mereka berpusat pada visi jangka panjang perusahaan, termasuk peluncuran Starship dan ekonomi komputasi orbital pada 2029–2031. Selain itu, ARK Invest juga dilaporkan telah mengakumulasi saham SPCX.

Dalam jangka pendek, uji coba ke-13 Starship yang dijadwalkan pada 24 Juli 2026 dapat menjadi katalis. Peluncuran yang sukses berpotensi memberikan dorongan sementara pada harga saham, namun analis memperingatkan bahwa setiap kenaikan harga sebelum periode *lock-up* berakhir dapat dimanfaatkan oleh investor awal untuk menjual di harga yang lebih baik.

Back to latest news

LATEST