Story
Saham SpaceX Jatuh di Bawah Harga IPO Menjelang Berakhirnya Periode Lock-up

Summary
Saham perusahaan antariksa Elon Musk tergelincir di bawah harga penawaran umum perdana $135, memicu kekhawatiran akan potensi tekanan jual saat sejumlah besar saham akan dilepas ke pasar dalam beberapa bulan mendatang.
Saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) sempat jatuh di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar $135 per saham, sebuah sinyal yang mengkhawatirkan bagi investor menjelang berakhirnya periode larangan jual (*lock-up*) yang dapat meningkatkan jumlah saham yang beredar secara signifikan.
Pada hari Rabu, saham perusahaan roket milik Elon Musk ini sempat menyentuh level terendah $132,15 sebelum ditutup pada $135,27. Saham ini telah anjlok 33% dari rekor penutupan tertingginya sesaat setelah IPO yang memecahkan rekor senilai $75 miliar pada 11 Juni lalu.
Penurunan Pasca-IPO dan Valuasi Tinggi
Meskipun mengalami penurunan tajam, SpaceX tetap menjadi salah satu perusahaan paling berharga di Wall Street dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,8 triliun. IPO SpaceX merupakan yang terbesar dalam sejarah AS, namun perusahaan hanya menyediakan kurang dari 5% sahamnya untuk diperdagangkan di pasar, yang mendorong valuasinya hingga $2,1 triliun pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq.
Bahkan setelah aksi jual, saham ini masih diperdagangkan dengan valuasi yang tinggi, yaitu 49 kali lipat dari pendapatan yang diharapkan. Sebagai perbandingan, Tesla—perusahaan lain yang didukung Musk—baru-baru ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan 15 kali. Para analis yang optimis berpendapat bahwa premi tinggi ini wajar mengingat profitabilitas layanan internet Starlink, bisnis peluncuran roket pemerintah, dan rekam jejak Musk dalam menarik loyalitas investor, meskipun perusahaan melaporkan kerugian bersih hampir $5 miliar tahun lalu.
Ancaman Berakhirnya Periode *Lock-up*
Kekhawatiran utama pasar saat ini adalah berakhirnya serangkaian periode *lock-up* yang akan memungkinkan orang dalam, karyawan, dan investor awal untuk menjual saham mereka. Pelepasan pertama akan terjadi setelah laporan keuangan kuartalan perdana perusahaan, yang diperkirakan pada awal Agustus.
Ad- Pelepasan Tahap Pertama: Sebanyak 911,5 juta saham akan dapat dijual oleh karyawan dan investor awal. Saham ini saat ini bernilai sekitar $123 miliar, jauh melampaui nilai saham yang saat ini tersedia untuk diperdagangkan yang sebesar $86 miliar.
- Peningkatan *Float*: Secara keseluruhan, pelepasan saham hingga 8 Desember akan meningkatkan jumlah saham yang dapat diperdagangkan (*float*) menjadi 40% dari total saham perusahaan.
- Sisa Saham: Sisa 60% saham lainnya, termasuk milik Musk, akan tetap terkunci hingga pertengahan 2027.
Potensi masuknya saham dalam jumlah besar ini ke pasar dapat menciptakan tekanan jual yang signifikan dan meningkatkan volatilitas harga saham. "Kami pikir di level ini, relatif aman untuk setidaknya terlibat dari perspektif perdagangan," kata Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors di New York. "Kami tidak akan memberikan bobot berlebih karena mereka memiliki *lock-up* yang akan datang."
Konteks Historis dan Pandangan Analis
Menurut data LSEG, dari 32 analis yang mengulas saham SpaceX, 27 merekomendasikan "beli", empat "netral", dan hanya satu yang merekomendasikan "jual". Namun, analisis Reuters terhadap 50 IPO besar di AS sejak 2010 menunjukkan bahwa saham yang jatuh di bawah harga IPO dalam dua bulan pertama cenderung memiliki kinerja yang lebih buruk dalam jangka panjang dibandingkan yang tidak.
Perusahaan yang sahamnya jatuh di bawah harga IPO dalam dua bulan pertama memiliki kenaikan median sebesar 61% sejak debut mereka. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan median sebesar 112% untuk perusahaan yang sahamnya tetap berada di atas harga IPO pada periode yang sama.