Story
S&P Turunkan Outlook Hormel Foods Menjadi Negatif Akibat Leverage Tinggi

S&P Global Ratings telah merevisi outlook untuk Hormel Foods Corp. (NYSE:HRL) menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan alasan tingkat utang atau *leverage* yang tinggi secara berkelanjutan. Lembaga pemeringkat tersebut mengafirmasi peringkat kredit emiten 'A-' dan peringkat 'A-' untuk surat utang perusahaan.
Pemicu Penurunan Outlook
Perubahan outlook ini didasari oleh rasio *leverage* Hormel yang telah berada pada atau di atas 1,8x selama satu setengah tahun terakhir, melampaui ekspektasi S&P untuk peringkat saat ini. Per 26 Juli 2026, *leverage* yang disesuaikan oleh S&P Global tercatat sebesar 1,8x, setelah enam kuartal berturut-turut mendekati 2x.
S&P kini memproyeksikan *leverage* akan tetap berada di dekat level tersebut untuk tahun fiskal 2026, dengan perbaikan tipis menjadi 1,7x pada 2027 dan 1,6x pada 2028. Proyeksi ini lebih lemah dari perkiraan sebelumnya, di mana S&P mengharapkan Hormel dapat menurunkan *leverage* ke 1,5x pada 2027.
Tekanan pada Margin dan Kinerja
Profitabilitas Hormel juga berada di bawah tekanan. Margin EBITDA perusahaan telah menyusut dari level pra-pandemi di atas 14% menjadi di bawah 11% pada tahun 2026. Tekanan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Ad- Kenaikan biaya input untuk daging babi, sapi, kacang-kacangan, dan logistik.
- Gangguan spesifik perusahaan, termasuk masalah pasokan kacang untuk makanan ringan dan insiden gangguan pabrik.
Selain itu, penjualan bersih organik pada kuartal ketiga turun 2%, terutama akibat harga komoditas yang lebih rendah dan penurunan penjualan ritel seiring melemahnya konsumsi. Meskipun perusahaan melakukan divestasi aset bermargin rendah seperti bisnis di Brasil dan unit kalkun utuh, S&P menilai langkah ini belum cukup material untuk menghasilkan kas signifikan guna mengurangi utang dalam waktu dekat.
Implikasi bagi Investor
Outlook negatif mengindikasikan adanya potensi penurunan peringkat di masa depan jika Hormel tidak berhasil memulihkan dan mempertahankan *leverage* mendekati level 1,5x. S&P dapat menurunkan peringkat jika perusahaan terus beroperasi di batas atas target *leverage* publiknya yaitu 1,5x hingga 2x, jika permintaan konsumen terus menekan volume ritel, atau jika margin tetap tertekan.
Kegagalan dalam mencapai penghematan biaya yang diharapkan dari program "Transform & Modernize" juga menjadi risiko. Investor akan memantau dengan cermat kemampuan manajemen untuk menstabilkan neraca keuangan dan meningkatkan profitabilitas di tengah tantangan biaya dan permintaan saat ini.