Story
Shaftesbury Capital Naikkan Dividen Interim 16% Berkat Kinerja Sewa yang Kuat

Summary
Shaftesbury Capital menaikkan dividen interim sebesar 16% menjadi 2,2p per saham, didorong oleh 226 transaksi sewa yang sukses pada paruh pertama tahun 2026.
Shaftesbury Capital mengumumkan kenaikan dividen interim sebesar 16% menjadi 2,2p per saham, didorong oleh aktivitas penyewaan yang kuat pada paruh pertama tahun 2026. Kinerja solid ini mencerminkan kesehatan portofolio properti ikonik perusahaan di West End, London.
Kinerja Sewa Mendorong Pertumbuhan
Menurut laporan perusahaan, Shaftesbury Capital menyelesaikan 226 transaksi sewa selama periode tersebut, yang berhasil mengamankan pendapatan sewa senilai £23,2 juta. Pencapaian ini secara signifikan melampaui valuasi sebelumnya.
- Nilai transaksi tercatat 5% di atas Estimasi Nilai Sewa (ERV) per Desember 2025.
- Angka tersebut juga 18% lebih tinggi dari tarif sewa yang berlaku sebelumnya.
- Tingkat kekosongan properti tetap rendah dan stabil di angka 2,6% dari ERV yang tersedia untuk disewakan, menandakan permintaan yang tinggi untuk aset-asetnya.
Metrik Keuangan Utama Menguat
Kinerja operasional yang positif berdampak langsung pada metrik keuangan utama perusahaan. Aset bersih berwujud (NTA) EPRA per saham naik 3,9% menjadi 223p, yang menghasilkan total imbal hasil akuntansi sebesar 4,9%.
AdLaba per saham dasar (*underlying earnings per share*) juga mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi 2,4p. Secara keseluruhan, nilai portofolio properti perusahaan meningkat 3,4% secara *like-for-like* menjadi £5,6 miliar, dengan pertumbuhan nilai sewa yang konsisten di seluruh kawasan utama seperti Covent Garden, Carnaby, dan Chinatown.
Strategi Modal dan Prospek ke Depan
Shaftesbury Capital terus mengoptimalkan portofolionya dengan investasi belanja modal dan akuisisi senilai £31,2 juta, diimbangi dengan pelepasan kepemilikan di Lillie Square senilai £64,7 juta. Untuk memperkuat likuiditas, perusahaan juga telah mendapatkan fasilitas kredit bergulir tanpa jaminan baru senilai £300 juta.
Posisi neraca keuangan tetap sehat dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 6,4 kali dan *loan-to-value* (LTV) sebesar 16%. CEO Ian Hawksworth menyatakan, "Kami berada di posisi yang baik untuk mengejar peluang ekspansi dan memanfaatkan peluang pasar yang muncul."