Story
SEC Minta Perintah Pengadilan untuk Paksa ISS Serahkan Data Voting Klien

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah meminta pengadilan federal untuk memaksa Institutional Shareholder Services (ISS) agar mematuhi panggilan hukum administratif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari investigasi terhadap praktik firma penasihat proksi terkemuka tersebut, demikian dilaporkan oleh Bloomberg.
Detail Investigasi SEC
Menurut SEC, ISS belum sepenuhnya mematuhi panggilan pengadilan yang dikeluarkan sehubungan dengan penyelidikan yang diluncurkan pada bulan Maret. Regulator sedang mengkaji apakah perusahaan tersebut mematuhi undang-undang sekuritas, termasuk kewajiban fidusianya untuk memberikan nasihat demi kepentingan terbaik klien.
SEC secara spesifik meminta catatan selama empat tahun, yang mencakup dokumen identitas klien ISS dan informasi mengenai keputusan voting mereka. Investigasi ini merupakan tindak lanjut dari perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada bulan Desember, yang mengarahkan ketua SEC untuk meneliti penasihat proksi seperti ISS dan Glass Lewis terkait panduan seputar isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI).
Argumen Hukum dan Tanggapan ISS
Regulator berpendapat bahwa memeriksa apakah nasihat pemungutan suara proksi dipengaruhi oleh tujuan politik atau kebijakan yang merugikan klien adalah bagian dari tanggung jawab pengawasannya. Namun, ISS menentang ruang lingkup permintaan data tersebut dengan alasan Amandemen Pertama Konstitusi AS.
AdISS menyatakan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan regulator. Meskipun demikian, perusahaan berargumen bahwa klien memberikan informasi voting dengan harapan kerahasiaannya terjaga. ISS khawatir penyerahan catatan yang diminta dapat membuat perusahaan dan pelanggannya menghadapi potensi pembalasan atas kebebasan berpendapat dan keputusan voting mereka.
Implikasi bagi Industri
Sengketa ini menambah front baru dalam pengawasan Washington terhadap industri penasihat proksi, yang rekomendasinya dapat sangat memengaruhi cara investor institusional memberikan suara dalam masalah tata kelola perusahaan dan usulan pemegang saham. Perkembangan ini dapat meningkatkan perhatian regulator terhadap penasihat proksi, seiring dengan upaya pemerintah untuk mengubah cara pertimbangan ESG dan DEI diperhitungkan dalam keputusan investasi dan korporasi.
Institutional Shareholder Services (ISS) saat ini dimiliki oleh Deutsche Boerse (ETR:DB1Gn), yang mengakuisisi saham mayoritas di perusahaan tersebut pada tahun 2021.