Story
Bernstein Turunkan Peringkat Salesforce, Soroti Kurangnya Momentum Produk AI

Bernstein telah menurunkan peringkat saham Salesforce.com (NYSE: CRM) dari Outperform menjadi Sector Weight dan menghapus target harganya. Langkah ini didasarkan pada umpan balik pelanggan yang dinilai lemah terkait produk AI perusahaan, Agentforce, serta kurangnya bukti adanya percepatan pertumbuhan.
Alasan di Balik Penurunan Peringkat
Analis Bernstein, Jackson Ader, dalam sebuah catatan pada hari Kamis menyatakan bahwa hasil pemeriksaan dan percakapan dengan pelanggan "belum kuat". Menurut Ader, angka-angka yang diungkapkan Salesforce "tidak menandakan adanya pembangunan momentum" dan sebuah survei CIO baru-baru ini menunjukkan perusahaan tersebut "menonjol karena alasan yang salah."
Umpan balik pelanggan yang diterima Bernstein konsisten pada dua poin utama:
- Data pelanggan seringkali belum cukup terorganisir untuk dapat dimanfaatkan secara berarti oleh teknologi AI.
- Produk Agentforce itu sendiri dinilai "belum matang" atau belum siap sepenuhnya untuk digunakan secara efektif.
Sentimen Pelanggan dan Analisis Keuangan
AdSurvei CIO yang dilakukan oleh Bernstein juga mengungkapkan data yang mengkhawatirkan. Lebih banyak CIO yang berencana untuk mendeprioritaskan Salesforce dalam anggaran TI mereka selama 12 bulan ke depan dibandingkan dengan yang berencana untuk meningkatkan pengeluaran.
Lebih lanjut, Bernstein menyatakan kesulitan menemukan bukti dalam laporan keuangan yang mendukung komentar manajemen bahwa *net-new average order value* (AOV) tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan AOV secara keseluruhan. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap narasi pertumbuhan yang disampaikan perusahaan.
Implikasi Valuasi dan Prospek
Meskipun kelipatan valuasi Salesforce secara historis berada di level yang rendah, Bernstein mencatat bahwa valuasi tersebut berada di dekat median jika dibandingkan dengan para pesaingnya. Bahkan, pada basis yang disesuaikan dengan pertumbuhan, valuasinya dianggap lebih tinggi dari perusahaan sejenis.
Bernstein masih memandang Salesforce sebagai platform inkumben yang diuntungkan oleh keterikatan pelanggan yang kuat. Namun, perusahaan riset tersebut menyimpulkan bahwa bukti adanya akselerasi berkelanjutan dari produk AI Agentforce "tampaknya lebih jauh dari yang kami perkirakan, jika memang akan terwujud sama sekali."