Story
Morgan Stanley Turunkan Peringkat Peloton di Tengah Tantangan Struktural Industri Kebugaran

Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Peloton (PTON) menjadi Underweight dari sebelumnya Equal Weight, dengan alasan adanya hambatan struktural seiring pergeseran konsumen dari peralatan kebugaran di rumah ke latihan beban dan keanggotaan gym.
Analis Nathan Feather dari Morgan Stanley memangkas target harga untuk Peloton menjadi $4,50 dari $5,00, yang mengimplikasikan potensi penurunan sekitar 16% dari harga saat ini. Pihak bank investasi tersebut juga menurunkan estimasi untuk tahun fiskal 2027 dan 2028.
Prospek Pertumbuhan Pelanggan Melemah
Dalam catatannya, Feather menyoroti bahwa akuisisi pelanggan baru Peloton telah menyempit secara tajam. Penambahan pelanggan bruto (gross additions) dilaporkan telah anjlok sekitar 78% dari puncaknya, sementara pertumbuhan pelanggan kebugaran terhubung (connected fitness) turun 9% secara tahunan pada tahun fiskal 2026.
Analis tersebut berpendapat bahwa proyeksi konsensus pasar terlalu optimis, yang memodelkan kembalinya pertumbuhan pelanggan ke level datar dalam tiga tahun. "Konsensus memodelkan adanya titik balik tajam dalam penambahan pelanggan bruto yang kami yakini sangat tidak mungkin terjadi," tulis Feather.
Pergeseran Tren Konsumen Jadi Pemicu
AdKelemahan yang dialami Peloton diatribusikan pada tantangan struktural yang mendasar. Morgan Stanley menunjukkan beberapa tren yang berlawanan dengan model bisnis Peloton yang berfokus pada kardio di rumah:
- Minat pencarian Google untuk latihan beban (strength training) telah tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 8% selama dekade terakhir dan baru-baru ini melampaui minat pada kardio.
- Saat ini, 24% dari populasi memegang keanggotaan gym, meningkat dari 20% pada tahun 2021.
Valuasi Bukan Katalis
Meskipun saham Peloton diperdagangkan pada valuasi sekitar 5 kali EBITDA, Feather berpendapat bahwa valuasi saja tidak cukup untuk mengangkat saham tersebut. "Harga murah bukanlah sebuah katalis," tegasnya, seraya mencatat bahwa banyak perusahaan internet yang lebih matang diperdagangkan pada level valuasi tersebut atau lebih rendah.
Morgan Stanley mengantisipasi bahwa peluncuran produk treadmill dengan harga di bawah $2.000 sebelum musim liburan hanya akan memberikan dampak tambahan yang terbatas. Sementara itu, kategori produk baru yang signifikan diperkirakan tidak akan hadir hingga akhir 2027.