Story
Panama Pertimbangkan Bentuk BUMN Tambang untuk Buka Kembali Tambang Tembaga Cobre Panama

Summary
Pemerintah Panama dilaporkan sedang mempertimbangkan pembentukan perusahaan tambang milik negara untuk menjalin kemitraan dengan First Quantum dari Kanada, guna membuka kembali tambang tembaga Cobre Panama yang krusial.
Pemerintah Panama sedang menjajaki opsi pembentukan perusahaan tambang milik negara sebagai jalan untuk membuka kembali tambang tembaga raksasa Cobre Panama, menurut dua sumber yang mengetahui perkembangan tersebut kepada Reuters. Langkah ini bertujuan untuk membentuk kemitraan publik-swasta dengan operator asal Kanada, First Quantum, yang sebelumnya mengelola fasilitas tersebut.
Latar Belakang Penutupan
Tambang Cobre Panama, salah satu yang terbesar di dunia, berhenti beroperasi pada tahun 2023. Penutupan ini diperintahkan setelah Mahkamah Agung Panama memutuskan bahwa kontrak pertambangan First Quantum yang telah berjalan selama 20 tahun tidak konstitusional, menyusul protes publik yang luas atas dasar isu lingkungan dan tata kelola.
Penutupan tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menurut data IMF, hilangnya operasi tambang ini memangkas 4,5% dari PDB Panama, menghilangkan lebih dari 1% produksi tembaga global, dan memotong 40% pendapatan First Quantum.
Opsi Kemitraan dan Implikasi Hukum
Salah satu proposal utama yang sedang dipertimbangkan adalah skema kemitraan di mana entitas milik negara Panama akan memegang 35% hingga 40% saham di tambang tersebut, sementara First Quantum akan memegang 60% hingga 65% dan mempertahankan kendali operasional. Porsi saham yang lebih besar untuk First Quantum disebut sebagai kompensasi atas investasi signifikan yang telah ditanamkan perusahaan.
AdPembentukan BUMN tambang dapat menjadi solusi hukum untuk melewati undang-undang tahun 2023 yang melarang pemberian konsesi pertambangan baru. Sumber yang memahami kerangka hukum Panama menyebutkan bahwa undang-undang tersebut ambigu mengenai konsesi yang diberikan kepada entitas milik negara. Opsi lain yang dipertimbangkan adalah menyewakan tambang tersebut kepada First Quantum dengan imbalan pembayaran royalti dan pajak.
Dampak bagi Pasar dan Investor
Bagi First Quantum, pembukaan kembali tambang akan menjadi langkah vital menuju pemulihan utang dan mengembalikan sumber pendapatan utamanya. Sementara itu, First Quantum telah menangguhkan proses arbitrase senilai $20 miliar yang diajukannya terhadap Panama, sebuah sinyal potensi kemajuan dalam negosiasi.
Bagi pasar komoditas global, kembalinya pasokan dari Cobre Panama akan sangat berarti di tengah kondisi pasar tembaga yang secara fundamental mengalami defisit. Menteri Perdagangan dan Industri Panama, Julio Molto, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil keputusan terkait masa depan tambang pada akhir tahun ini.