Story
Deutsche Bank Turunkan Peringkat Saham Novartis Menjadi 'Hold' Pasca Kegagalan Uji Klinis

Deutsche Bank telah menurunkan peringkat rekomendasi untuk raksasa farmasi Novartis menjadi 'Hold' dari sebelumnya 'Buy', serta memotong target harganya menjadi 120 franc Swiss dari 140 franc. Langkah ini diambil setelah perusahaan mengalami kekecewaan klinis kedua dalam waktu singkat, yang meningkatkan keraguan terhadap strategi akuisisi dan pengembangan bisnisnya.
Pemicu Utama: Dua Kegagalan Uji Klinis
Menurut analis Deutsche Bank, Emmanuel Papadakis, keputusan ini dipicu oleh kegagalan uji coba obat del-desiran untuk kelainan neuromuskular langka yang disebut DM1. Hasil ini menjadi lebih signifikan karena merupakan "pembuktian pertama" dari akuisisi Avidity senilai $12 miliar pada tahun 2025.
Kegagalan del-desiran terjadi tidak lama setelah hasil yang mengecewakan dari obat lain, pelacarsen. Papadakis mencatat bahwa rentetan hasil ini melanjutkan "metrik pengembalian kesepakatan yang sangat menantang" bagi Novartis, yang menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas strategi anorganiknya.
AdImplikasi bagi Prospek Jangka Panjang
Kegagalan berturut-turut ini meninggalkan "kesenjangan yang belum teratasi" dalam portofolio produk masa depan Novartis, terutama menjelang awal dekade 2030-an. Pada periode tersebut, perusahaan akan menghadapi jurang paten (*patent cliff*) untuk obat-obat andalannya, termasuk Cosentyx, Kisqali, dan Kesimpta.
Berita ini memicu reaksi pasar yang tajam, dengan saham Novartis anjlok lebih dari 10% pada perdagangan hari Selasa. Meskipun Papadakis menilai penurunan ini "agak parah", ia menyatakan bahwa kini menjadi lebih sulit untuk melihat potensi kenaikan signifikan pada valuasi Novartis saat ini, yang diperdagangkan pada 14 kali proyeksi pendapatan tahun 2027. Risiko pengembangan bisnis yang meningkat dan peluncuran produk baru yang diperkirakan lambat menambah ketidakpastian bagi investor.