Story

New York City Larang Praktik 'Jebakan Langganan' dan Biaya Tersembunyi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
New York City Larang Praktik 'Jebakan Langganan' dan Biaya Tersembunyi
Text size
Background

Pemerintah Kota New York akan mengadopsi kebijakan baru untuk melarang perusahaan menggunakan praktik 'jebakan langganan' (subscription traps) dan mewajibkan proses pembatalan yang mudah bagi konsumen. Aturan yang dijuluki "Click to Cancel" ini diumumkan oleh para pejabat kota pada hari Jumat.

Rincian Kebijakan Baru

Menurut pernyataan bersama dari kantor Wali Kota New York Zohran Mamdani dan Komisioner Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja (DCWP) Samuel Levine, kebijakan ini merupakan yang pertama untuk pemerintah kota di Amerika Serikat. Aturan ini akan menindak tegas biaya tersembunyi atau "junk fees" dan praktik berlangganan yang menyulitkan.

Aturan "Click to Cancel" yang akan berlaku efektif pada 1 Oktober ini mencakup beberapa poin utama:

  • Perusahaan wajib mengungkapkan syarat dan ketentuan langganan secara jelas dan transparan.
  • Bisnis harus menyediakan proses pembatalan yang sederhana dan mudah diakses oleh konsumen.
  • Untuk aturan biaya tersembunyi, perusahaan diwajibkan untuk mengiklankan harga penuh barang dan jasa di muka, termasuk semua biaya dan pungutan wajib.

Dampak Finansial dan Sanksi

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pihak berwenang kota, dengan mengutip laporan konsumen, menyatakan bahwa biaya tersembunyi merugikan rata-rata keluarga dengan empat anggota sekitar $3.200 setiap tahunnya. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan perlindungan finansial yang lebih besar bagi warga.

Perusahaan yang terbukti melanggar aturan baru ini akan dikenakan sanksi yang signifikan. Sanksi tersebut mencakup restitusi atau ganti rugi bagi konsumen serta denda perdata yang dimulai dari $525 untuk setiap pelanggaran.

Konteks Regulasi

Langkah yang diambil oleh New York City ini mengikuti upaya serupa di tingkat federal. Sebelumnya, pemerintahan mantan Presiden Joe Biden telah memperkenalkan aturan "Click to Cancel" berskala nasional, namun aturan tersebut dibatalkan oleh pengadilan banding federal tahun lalu sebelum sempat diberlakukan.

Kebijakan ini sejalan dengan janji kampanye Wali Kota Mamdani untuk menjadikan New York City lebih terjangkau bagi warganya. Pengumuman ini menandai langkah konkret pemerintah kota dalam meregulasi praktik bisnis yang dianggap merugikan konsumen.

Back to latest news

LATEST