Story
Sepertiga Pasokan Minyak Teluk Masih Hilang Meski Ada 'Pelayaran Gelap', Menurut Data

Summary
Analisis data menunjukkan sekitar sepertiga volume ekspor minyak dari Timur Tengah belum pulih ke tingkat pra-perang, meskipun ada operasi pengiriman rahasia skala besar untuk menghindari serangan di Selat Hormuz.
Analisis data industri menunjukkan sekitar sepertiga dari aliran minyak mentah Timur Tengah masih hilang dari pasar global dibandingkan dengan volume sebelum perang, meskipun ada operasi pengiriman rahasia yang masif. Ketidakpastian mengenai volume sebenarnya dari pengiriman ini menambah premi risiko pada harga minyak internasional.
Perbedaan Data Pengiriman
Sejak kapal tanker memulai "pelayaran gelap"—berlayar melalui Selat Hormuz dengan transponder Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) dimatikan untuk menghindari serangan Iran—estimasi aliran minyak mentah sangat bervariasi. Operasi rahasia yang didukung oleh militer AS ini telah secara signifikan membantu pasokan, namun kesenjangan data tetap ada.
Menurut catatan dari Goldman Sachs pada 2 September, total ekspor minyak dari Teluk, termasuk "pelayaran gelap", diperkirakan sekitar 15 juta hingga 16 juta barel per hari (bph). Angka ini setara dengan sekitar dua pertiga dari level sebelum perang. Perusahaan analitik Vortexa juga memberikan estimasi serupa, yaitu total ekspor mencapai 15 juta bph pada bulan Agustus, masih turun 10 juta bph dari level normal.
Klarifikasi dari Menteri Energi AS, Chris Wright, menyoroti perbedaan antara aliran puncak dan rata-rata berkelanjutan. Angka 18 juta bph yang disebutkannya adalah untuk satu periode 24 jam, sementara rata-rata berjalan melalui semua "rute perairan" adalah sekitar 9 juta bph, yang jauh lebih sejalan dengan konsensus industri.
Dampak Pasar dan Nilai Ekonomi
AdGangguan pasokan ini berdampak langsung pada pasar energi. Pada hari Rabu, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli, sementara harga solar di AS mencapai rekor tertinggi minggu lalu. Ketidakpastian volume ekspor yang sebenarnya menjadi salah satu faktor yang menopang harga.
Pengiriman rahasia ini memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Perhitungan Reuters, berdasarkan asumsi konservatif 6 juta barel per hari dan harga minyak rata-rata $80 per barel, menemukan bahwa pengiriman gelap dari Juni hingga Agustus mencapai setidaknya 500 juta barel. Nilai total dari pengiriman ini diperkirakan mencapai minimal $40 miliar.
Konteks Geopolitik
Operasi pengiriman rahasia ini merupakan respons terhadap gangguan parah pada arus energi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Operasi ini memungkinkan minyak mentah dari Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk terus mencapai pasar global.
Meski demikian, data dari Kpler menunjukkan bahwa aliran ekspor sangat fluktuatif. Tergantung pada intensitas serangan Iran, ekspor bisa mencapai 14 juta bph pada beberapa hari, namun jauh lebih rendah pada hari-hari lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa risiko gangguan pasokan yang signifikan masih membayangi pasar minyak global.