Story

Investor Mulai Antisipasi Perlambatan Belanja AI oleh Raksasa Teknologi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 17, 20262 min read
Investor Mulai Antisipasi Perlambatan Belanja AI oleh Raksasa Teknologi

Summary

Setelah reli tajam saham chip AI, sebagian investor kini memposisikan diri untuk menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan belanja modal oleh para hyperscaler, sebuah pergeseran yang dapat mengubah peta keuntungan di sektor teknologi.

Text size
Background

Reli parabola pada saham-saham produsen chip kecerdasan buatan (AI) mulai menghadapi turbulensi di tengah kekhawatiran atas valuasi dan keberlanjutan pendapatan. Sebagian investor kini secara diam-diam mengambil posisi untuk mengantisipasi perlambatan dalam ledakan belanja modal (*capital expenditure*) yang dapat menguntungkan para *hyperscaler* yang menanggung biaya tersebut.

Pergeseran Sentimen Investasi

Selama hampir dua tahun terakhir, investor berbondong-bondong membeli saham perusahaan semikonduktor dan infrastruktur dengan asumsi bahwa raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Meta akan terus mengakselerasi belanja untuk pembangunan pusat data. Namun, tren ini diprediksi akan melambat.

Menurut estimasi dari UBS, belanja modal (*capex*) para *hyperscaler* diperkirakan akan naik 76% tahun ini menjadi $673 miliar, namun pertumbuhannya akan melambat menjadi hanya 25% tahun depan dan 6% pada tahun 2028. Menanggapi proyeksi ini, beberapa manajer investasi aktif telah mengurangi eksposur mereka pada saham chip dan mulai menambah porsi pada saham *hyperscaler* itu sendiri, serta saham perangkat lunak dan sektor lain yang diperkirakan akan mendapat manfaat dari adopsi AI, seperti keuangan dan kesehatan.

"Begitu mereka berhenti meningkatkan *capex*, ini akan menjadi kelegaan bagi *hyperscaler* dan sinyal negatif bagi industri semikonduktor," kata Alexis Bossard, manajer portofolio ekuitas global di Edmond de Rothschild Asset Management, yang telah mengurangi eksposur pada saham semikonduktor.

Faktor Pendorong Kehati-hatian

Kekhawatiran investor didasari oleh beberapa faktor, mulai dari valuasi yang tinggi hingga tekanan pembiayaan. Philadelphia Semiconductor Index, yang mencakup Nvidia dan TSMC, telah naik lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir, meskipun terkoreksi hampir 18% dari puncaknya pada bulan Juni.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Valuasi Tinggi: Survei manajer investasi oleh Bank of America pada bulan Juli menemukan bahwa 82% responden menganggap semikonduktor sebagai *posisi trading yang paling ramai* (*most crowded trade*).
  • Tekanan Pembiayaan: Para *hyperscaler* semakin beralih ke pembiayaan eksternal untuk mendanai ekspansi AI. Kepala Ekonom Apollo, Torsten Slok, mencatat bahwa rasio permintaan (*cover ratios*) untuk obligasi yang diterbitkan Big Tech telah menurun, mengindikasikan potensi pelemahan permintaan dari investor.
  • Hambatan Regulasi: Oposisi lokal terhadap pembangunan pusat data di AS juga menjadi risiko. New York baru-baru ini menjadi negara bagian pertama di AS yang menghentikan sementara pembangunan pusat data besar baru karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap biaya listrik dan pasokan air.

Skenario Optimis dan Diversifikasi

Meski demikian, tidak semua investor pesimistis. Direktur Makro Global Fidelity Investments, Jurrien Timmer, mengatakan bahwa permintaan akan kapasitas komputasi tetap kuat dan volatilitas saat ini mungkin hanya sebuah koreksi sementara, mirip dengan yang terjadi pada era *dot-com* di akhir 1990-an.

Madeleine Ronner, manajer portofolio senior di DWS, juga mengharapkan komentar dari para *hyperscaler* pada musim laporan keuangan mendatang akan tetap mendukung investasi lebih lanjut. DWS telah merealisasikan sebagian keuntungan pada saham semikonduktor namun tetap mempertahankan posisi *overweight* di sektor tersebut.

Timmer menyarankan agar investor melakukan diversifikasi. Menurutnya, selain berinvestasi pada perusahaan "pembangun" AI (produsen chip), penting juga untuk mempertimbangkan perusahaan "penerima manfaat" adopsi AI, seperti sektor keuangan. "Saya ingin berpartisipasi dalam ledakan ini, tetapi saya juga ingin melindungi diri saya jika ledakan itu berlebihan," katanya.

Back to latest news

LATEST