Story

Investor Berbondong-bondong Membeli Saham AS dengan Laju Tercepat dalam Tiga Bulan, Menurut Laporan BofA

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Investor Berbondong-bondong Membeli Saham AS dengan Laju Tercepat dalam Tiga Bulan, Menurut Laporan BofA

Summary

Investor mengalokasikan $63,8 miliar ke saham AS pada pekan terakhir, jumlah terbesar dalam tiga bulan, sementara menarik dana dari obligasi korporasi, menurut laporan Bank of America yang mengutip data EPFR.

Text size
Background

Investor mengalirkan modal ke saham AS dengan laju tercepat dalam tiga bulan terakhir, sementara secara bersamaan menarik dana dari obligasi korporasi, sebuah tanda pergeseran sentimen di tengah pengetatan kebijakan bank sentral dan inflasi yang terus berlanjut. Pergerakan ini dirinci dalam laporan Bank of America Global Research yang dirilis Jumat lalu, yang menyoroti potensi puncak dalam posisi pasar, kebijakan, dan keuntungan.

Pergeseran Aliran Modal

Laporan "Flow Show" mingguan bank tersebut, yang menganalisis data dari EPFR, menunjukkan rotasi signifikan ke saham untuk minggu yang berakhir pada hari Rabu. Pada saat yang sama, investor menunjukkan kehati-hatian terhadap pasar obligasi korporasi.

  • Total Arus Masuk Saham: Netto $79,3 miliar masuk ke saham global.
  • Arus Masuk Saham AS: Dana ekuitas yang berfokus pada AS menarik $63,8 miliar dari total tersebut.
  • Arus Keluar Obligasi: Obligasi peringkat investasi mengalami penarikan dana sebesar $1,0 miliar, sementara obligasi imbal hasil tinggi mengalami arus keluar dana sebesar $2,5 miliar.

Tren ini muncul ketika bank sentral utama di seluruh dunia telah menaikkan suku bunga atau memberi sinyal kesiapan mereka untuk melakukannya guna mengatasi tekanan harga, dengan harga minyak tetap di atas $100 per barel.

Prospek BofA: Indikator Puncak

Sample IUX Markets – In-articleAd

Analis Bank of America menyarankan bahwa pasar mungkin berada di titik balik, menunjuk pada apa yang disebutnya "tiga P" — positioning, policy, dan profits — sebagai faktor yang berpotensi mencapai puncaknya. Laporan tersebut mencatat bahwa positioning investor tetap terlalu optimis, laba perusahaan tampaknya akan mencapai puncaknya tahun depan, dan era kebijakan moneter akomodatif akan berakhir.

"Jelas, sikap kebijakan 'run it hot' sudah berakhir," kata bank tersebut, merujuk pada pergeseran Federal Reserve menuju sikap yang lebih hawkish untuk mengendalikan inflasi.

Risiko Kuartal Keempat di Cakrawala

Ke depan, BofA mengidentifikasi tiga risiko utama untuk kuartal keempat, yang disebut "tiga C": komoditas, kredit, dan obligasi Tiongkok. Sejumlah komoditas telah melonjak 47% pada tahun 2026, mengancam akan memicu inflasi lebih lanjut.

Para analis juga memperingatkan bahwa spread kredit dengan imbal hasil tinggi mendekati rekor terendah. "Penyesuaian harga risiko kredit secara tiba-tiba kemungkinan besar akan menjadi sinyal bahwa The Fed melebih-lebihkan PDB," kata bank tersebut. Terakhir, laporan tersebut menunjuk pada potensi "Guncangan China 2.0" yang bersifat deflasi di Eropa, sebagaimana dibuktikan oleh defisit perdagangan Jerman yang mencapai rekor dan penurunan output industri, dengan mencatat bahwa China adalah satu-satunya ekonomi utama dengan penurunan imbal hasil obligasi tahun ini.

Back to latest news

LATEST