Story

Investigasi Ungkap Saklar Bahan Bakar Dimatikan Pasca-Lepas Landas pada Pesawat Air India yang Jatuh

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
Investigasi Ungkap Saklar Bahan Bakar Dimatikan Pasca-Lepas Landas pada Pesawat Air India yang Jatuh

Summary

Laporan dari badan investigasi kecelakaan udara India merinci kronologi jatuhnya pesawat Boeing Dreamliner Air India tahun lalu, menyoroti bahwa saklar pemutus bahan bakar kedua mesin dipindahkan ke posisi 'CUTOFF' beberapa detik setelah lepas landas.

Text size
Background

Badan investigasi kecelakaan udara India telah merilis kronologi terperinci mengenai detik-detik terakhir jatuhnya pesawat Air India tahun lalu, menurut sebuah berkas pengadilan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pasokan bahan bakar ke kedua mesin Boeing Dreamliner terputus sesaat setelah lepas landas, yang memicu rangkaian peristiwa fatal.

Kronologi Peristiwa Fatal

Menurut laporan investigasi yang dirilis pada 12 Juli, rangkaian peristiwa terjadi dengan cepat setelah pesawat lepas landas dari Ahmedabad pada 12 Juni 2025. Data menunjukkan urutan kejadian sebagai berikut:

  • 08:07:37 GMT - Pesawat memulai proses lepas landas.
  • 08:08:39 GMT - Pesawat berhasil mengudara (liftoff).
  • 08:08:42 GMT - Hanya tiga detik setelah lepas landas, saat mencapai kecepatan maksimum 180 knot, saklar pemutus bahan bakar untuk Mesin 1 dan Mesin 2 dipindahkan dari posisi 'RUN' ke 'CUTOFF' secara berurutan dalam selang waktu satu detik.
  • CVR: Rekaman suara kokpit (CVR) menangkap salah satu pilot bertanya kepada yang lain, "mengapa Anda mematikannya," yang dijawab dengan penyangkalan.
  • 08:08:47 GMT - Kedua mesin berada di bawah kecepatan idle minimum, dan Ram Air Turbine (RAT) aktif untuk memasok daya hidrolik darurat. Pesawat mulai kehilangan ketinggian.
  • 08:08:52 - 08:08:56 GMT - Saklar bahan bakar kedua mesin dipindahkan kembali ke posisi 'RUN' dalam upaya menyalakan kembali mesin.
  • 08:09:05 GMT - Salah satu pilot mengirimkan panggilan darurat "MAYDAY MAYDAY MAYDAY".
  • 08:09:11 GMT - Perekaman data berhenti.

Detail Investigasi

Otoritas investigasi menyatakan bahwa penyelidikan mereka telah memasuki tahap akhir, yang mencakup analisis transkrip CVR dan pelaksanaan "autopsi psikologis". Temuan teknis menunjukkan bahwa saat saklar bahan bakar dipindahkan kembali ke 'RUN', sistem FADEC (full authority dual engine control) mesin secara otomatis mencoba melakukan penyalaan kembali.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Mesin 1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tetapi Mesin 2, meskipun mencoba menyala kembali, tidak dapat mengatasi deselerasi kecepatan inti. Hilangnya daya dorong dari kedua mesin pada ketinggian yang sangat rendah membuat kecelakaan tidak dapat dihindari.

Implikasi bagi Industri

Temuan awal ini secara signifikan mengarahkan fokus penyelidikan pada tindakan di dalam kokpit, bukan pada potensi kegagalan mekanis pesawat Boeing Dreamliner itu sendiri. Bagi investor dan pasar, perbedaan ini sangat penting karena memisahkan isu operasional maskapai dari isu manufaktur pesawat.

Hasil akhir dari penyelidikan ini akan diawasi secara ketat oleh pasar karena dapat berdampak pada prosedur operasional dan pelatihan pilot di Air India, serta persepsi keselamatan yang lebih luas di industri penerbangan. Keputusan regulator berdasarkan laporan akhir akan menjadi kunci bagi Air India dan Boeing.

Back to latest news

LATEST