Story

CEO Hyundai Peringatkan Potensi Serbuan Mobil China di Pasar AS Tanpa Kebijakan Proteksi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
CEO Hyundai Peringatkan Potensi Serbuan Mobil China di Pasar AS Tanpa Kebijakan Proteksi

Summary

CEO Hyundai Motor, Jose Munoz, memperingatkan bahwa AS dapat menghadapi gelombang impor mobil China yang masif seperti di Eropa jika tidak ada kebijakan proteksi. Ia menyoroti keunggulan harga kendaraan China yang signifikan dan dampaknya terhadap pangsa pasar.

Text size
Background

CEO Hyundai Motor, Jose Munoz, memperingatkan bahwa pasar otomotif Amerika Serikat dapat menghadapi gelombang impor kendaraan China yang serupa dengan yang telah mengganggu pasar Eropa, kecuali jika Washington mempertahankan tarif dan kebijakan proteksi akses pasar lainnya.

Peringatan dari Pasar Eropa

Produsen mobil China telah berekspansi dengan cepat di Eropa, menggerus pangsa pasar dan profitabilitas para pemain mapan seperti Hyundai dan Volkswagen. Menurut Munoz, hal ini dimungkinkan karena mereka menawarkan kendaraan dengan harga yang jauh lebih rendah.

Dalam pernyataannya di San Jose, California, Munoz menyebutkan bahwa kendaraan China 30% hingga 40% lebih murah dibandingkan model pesaing di beberapa pasar Eropa, termasuk Italia, Spanyol, dan Prancis. Keunggulan harga ini terjadi meskipun Uni Eropa telah memberlakukan tarif terhadap kendaraan listrik buatan China setelah menyimpulkan adanya subsidi negara yang tidak adil.

  • Pangsa pasar mobil merek China di Uni Eropa naik menjadi lebih dari 9% pada paruh pertama tahun ini, menurut data dari European Automobile Manufacturers’ Association.
  • Di Inggris, yang tidak menerapkan tarif serupa, pangsa pasarnya mencapai 15% dari registrasi mobil baru, menurut data dari Society of Motor Manufacturers and Traders.

"Inggris, yang dulunya merupakan pasar yang sangat menguntungkan dan kuat, telah menjadi seperti China," kata Munoz. "Semua penjual teratas adalah merek China karena tidak ada hambatan."

Implikasi untuk Pasar AS

Sample IUX Markets – In-articleAd

Munoz memproyeksikan bahwa fenomena serupa dapat terjadi di AS pada tingkat yang berbeda, kecuali ada syarat-syarat tertentu yang diberlakukan. Saat ini, AS secara efektif memblokir impor kendaraan listrik China dengan tarif sekitar 100%.

Peringatan ini sejalan dengan kekhawatiran dari para eksekutif otomotif Detroit. CEO Ford, Jim Farley, pada bulan Juli mengatakan kepada para karyawannya bahwa perusahaan sedang bersiap menghadapi kemungkinan masuknya produsen mobil China ke AS dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Munoz, yang memiliki pengalaman mengelola operasi Nissan di China, mengakui kecepatan inovasi dan kemajuan teknologi otomotif negara tersebut sebagai sesuatu yang "luar biasa".

Strategi Internal Hyundai

Di tengah persaingan global yang ketat, Hyundai terus mengembangkan teknologinya sendiri. Namun, Munoz mengakui adanya penundaan dalam sistem bantuan pengemudi canggih (Level 2++) internal perusahaan, yang sebanding dengan sistem Full Self-Driving Tesla. Peluncuran kendaraan dengan perangkat lunak ini diundur dari target akhir 2027 menjadi akhir 2029 untuk validasi keselamatan lebih lanjut.

Sebagai solusi sementara, Hyundai bekerja sama dengan Nvidia untuk meluncurkan kendaraan yang dilengkapi teknologi Level 2+ dan Level 2++ pada tahun 2028. Meskipun demikian, Munoz menegaskan bahwa strategi jangka panjang grup tetap berpusat pada integrasi vertikal, dengan tujuan akhir untuk mengembangkan teknologi baterai dan kendaraan otonom secara mandiri.

Back to latest news

LATEST