Story

Krisis Geopolitik Pangkas Kapasitas Kilang Global, Harga Bensin AS Diprediksi Tetap Tinggi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 10, 20262 min read
Krisis Geopolitik Pangkas Kapasitas Kilang Global, Harga Bensin AS Diprediksi Tetap Tinggi

Summary

Harga bensin di AS diperkirakan akan tetap tinggi meskipun musim liburan berakhir, karena konflik di Rusia dan Timur Tengah menyebabkan kelangkaan kapasitas penyulingan global dan menekan pasokan bahan bakar.

Text size
Background

Harga bensin di Amerika Serikat kemungkinan akan tetap tinggi bahkan setelah puncak musim mengemudi musim panas berakhir. Krisis geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah telah memangkas kapasitas penyulingan secara signifikan, menciptakan ketatnya pasokan di pasar bahan bakar global.

Menurut data dari American Automobile Association (AAA), harga bensin rata-rata di AS saat ini berada di sekitar $4,06 per galon. Meskipun lebih rendah dari puncaknya sebesar $4,56 per galon tahun ini, angka tersebut masih 36% lebih tinggi dibandingkan sebelum pecahnya konflik Timur Tengah pada 27 Februari, menurut laporan tersebut.

Kapasitas Penyulingan Global Terpangkas

Eksekutif industri energi terkemuka telah mengonfirmasi dampak parah dari gangguan pasokan. Gary Simmons, Chief Operating Officer di Valero Energy (VLO), menyatakan dalam panggilan pendapatan pekan lalu bahwa konflik di Timur Tengah dan Ukraina telah menyebabkan sekitar 5 juta barel per hari (bph) kapasitas penyulingan berhenti beroperasi.

Secara lebih rinci, CEO ExxonMobil (XOM), Darren Woods, pada hari Jumat menjelaskan bahwa sekitar 3 juta bph kapasitas di Timur Tengah tidak dapat memasok pasar karena gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Sementara itu, serangan drone Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia telah mematikan sekitar 1 juta bph kapasitas lainnya. Woods menekankan bahwa kapasitas penyulingan yang tersedia untuk memenuhi permintaan saat ini berada pada level terendah dalam sejarah.

Dampak pada Harga dan Laba Perusahaan

Keterbatasan kapasitas ini menciptakan apa yang disebut Woods sebagai "diskoneksi" antara harga minyak mentah dan harga di pompa bensin. Di masa lalu, harga bensin sangat dipengaruhi oleh biaya minyak mentah, namun kini, keterbatasan penyulingan menjadi faktor penentu utama.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kondisi ini telah menghasilkan keuntungan luar biasa bagi perusahaan penyulingan AS, yang beroperasi dengan kapasitas penuh untuk memenuhi permintaan yang kuat.

  • Valero Energy: Melaporkan laba bersih kuartal kedua melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi $3,7 miliar.
  • Marathon Petroleum (MPC) dan Phillips 66 (PSX): Masing-masing mencatatkan kenaikan laba kuartal kedua lebih dari 300% menjadi $5,1 miliar dan $3,8 miliar.
  • HF Sinclair (DINO): Laba bersih kuartal kedua meningkat sekitar empat kali lipat menjadi $892 juta.

Keuntungan ini didorong oleh melebarnya *crack spread*—selisih antara biaya pembelian minyak mentah dan harga jual produk olahan seperti bensin dan solar. Pada akhir Juli, *crack spread* sempat melampaui $70, hampir setara dengan harga satu barel minyak mentah AS saat itu.

Prospek Pemulihan yang Panjang

Para analis memperingatkan bahwa harga kemungkinan tidak akan turun secara signifikan dalam waktu dekat. Patrick De Haan, kepala analisis perminyakan di GasBuddy, mengatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan untuk menstabilkan navigasi di Selat Hormuz, pengemudi AS bisa menghadapi rekor harga bensin tertinggi saat Hari Buruh pada 7 September.

Phillips 66 memperkirakan saat ini ada sekitar 7 juta bph kapasitas penyulingan yang tidak beroperasi di Asia dan Timur Tengah, ditambah 1,4 juta bph lainnya di Rusia. Brian Mandel, wakil presiden eksekutif pemasaran di Phillips 66, mencatat bahwa proses untuk mengembalikan kilang-kilang tersebut beroperasi akan memakan waktu yang sangat lama, tergantung pada tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang.

Back to latest news

LATEST