Story

Fitch Revisi Outlook BlackRock TCP Capital Menjadi Negatif Akibat Masalah Leverage

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
Fitch Revisi Outlook BlackRock TCP Capital Menjadi Negatif Akibat Masalah Leverage
Text size
Background

Fitch Ratings telah merevisi prospek (outlook) peringkat untuk BlackRock TCP Capital Corp. (NASDAQ:TCPC) menjadi Negatif, meskipun mengafirmasi Peringkat Gagal Bayar Emisi Jangka Panjang (Long-Term Issuer Default Rating) di level 'BB'. Perubahan ini menandakan adanya potensi penurunan peringkat di masa depan jika metrik kredit perusahaan tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Lembaga pemeringkat tersebut juga menghapus status Rating Watch Negative, yang mengindikasikan bahwa Fitch melihat adanya stabilisasi dalam metrik kredit TCPC setelah periode tekanan. Namun, outlook Negatif yang baru ditetapkan mencerminkan risiko yang masih ada.

Alasan di Balik Perubahan Outlook

Outlook Negatif didasarkan pada beberapa faktor risiko yang terus-menerus. Fitch menyoroti tingkat aset non-akrual (non-accruals) dan pendapatan yang dibayarkan dalam bentuk sejenis (paid-in-kind/PIK) yang masih tinggi, yang dapat menyebabkan kerugian realisasi tambahan di masa depan.

Selain itu, Fitch mencatat bahwa bantalan cakupan aset (asset coverage cushion) TCPC lebih lemah dibandingkan dengan perusahaan sejenisnya. Hal ini mengurangi fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menyerap potensi kerugian tak terduga.

Analisis Metrik Keuangan Utama

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meskipun ada kekhawatiran, beberapa metrik menunjukkan tren perbaikan. Menurut Fitch, rasio leverage TCPC telah bergerak menuju level target, meskipun masih dianggap tinggi untuk profil risikonya.

  • Leverage: Pada kuartal pertama 2026, leverage tercatat sebesar 1,65x dan leverage peraturan bersih sebesar 1,29x. Angka ini turun dari masing-masing 1,74x dan 1,41x pada akhir tahun 2025.
  • Kualitas Aset: Investasi non-akrual pada kuartal pertama 2026 tetap di atas rata-rata, yaitu sebesar 3% dari portofolio utang pada nilai wajar dan 8,4% pada biaya perolehan.
  • Kerugian Realisasi: Kerugian realisasi bersih TCPC sangat signifikan pada tahun 2025, mencapai 17,9% dari rata-rata portofolio, sebelum membaik menjadi 2,3% pada kuartal pertama 2026.
  • Bantalan Aset: Bantalan cakupan aset tercatat sebesar 10,9% pada akhir kuartal pertama 2026.

Langkah Korporasi dan Implikasi

Sebagai respons terhadap kondisi keuangannya, TCPC telah mengambil beberapa langkah strategis. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan memotong dividen dasarnya dari $0,25 per saham menjadi $0,17 per saham untuk menjaga modal.

Perusahaan juga melakukan pembiayaan kembali (refinancing) atas surat utang senior tanpa jaminan senilai $325 juta dengan fasilitas kredit revolving berjaminan. Langkah ini secara signifikan mengubah struktur utangnya, di mana porsi utang tanpa jaminan turun menjadi 34,8% dari total utang, jauh di bawah rata-rata empat tahun sebesar 61,7%. Bagi investor, pergeseran ke lebih banyak utang berjaminan dapat mengurangi fleksibilitas keuangan perusahaan di masa depan.

Back to latest news

LATEST