Story
Reli Saham Eropa Terancam oleh Kenaikan Harga Minyak dan Suku Bunga

Kinerja saham-saham Eropa yang menguat sekitar 10% sepanjang tahun ini kini menghadapi tantangan, dengan momentum reli yang tertahan oleh kenaikan harga minyak, suku bunga yang lebih tinggi, dan ketidakpastian politik. Meskipun demikian, para analis di Barclays menilai bahwa fundamental pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut tetap berada di jalur yang solid.
Tekanan dari Energi dan Suku Bunga
Menurut catatan dari para strategi Barclays yang dipimpin oleh Emmanuel Cau, perlambatan reli yang terjadi sejak awal musim panas disebabkan oleh beberapa faktor. Tekanan baru muncul dari kenaikan harga energi, yang dipicu oleh konflik AS-Iran dan rendahnya tingkat penyimpanan gas, sehingga menghidupkan kembali kekhawatiran akan stagflasi.
Selain itu, pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Para ekonom di Barclays memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya tahun ini ke level 2,5% dalam pertemuan mendatang. Lonjakan harga energi dianggap sebagai faktor yang "tidak membantu" dan dapat memicu kesalahan kebijakan oleh bank sentral jika terus berlanjut.
Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Di sisi lain, Barclays berpendapat bahwa latar belakang pertumbuhan ekonomi Eropa saat ini terlihat lebih tangguh dibandingkan bulan Juni. Pertumbuhan PDB nominal diperkirakan akan tetap berada di atas tren hingga tahun 2027, dengan Jerman sebagai motor penggeraknya.
AdData frekuensi tinggi juga terus menunjukkan penguatan, terutama didukung oleh aktivitas di sektor pertahanan, infrastruktur, dan konstruksi. Permintaan pinjaman untuk investasi juga meningkat, didorong oleh siklus belanja modal (capex) yang lebih luas. Hal ini tercermin dari revisi laba per saham (EPS) di Jerman yang mulai berbalik naik dari level terendahnya.
Posisi Strategis bagi Investor
Berdasarkan analisis ini, Barclays mempertahankan beberapa posisi strategis. Mereka lebih memilih sektor-sektor yang terkait dengan belanja modal (capex) dan perbankan daripada sektor yang berorientasi pada konsumen.
Bank investasi tersebut juga memangkas pandangannya terhadap sektor barang mewah menjadi *market-weight* (sesuai bobot pasar), dengan alasan harga minyak yang lebih tinggi dan sinyal pelemahan permintaan dari China. Secara geografis, Barclays terus memilih Jerman daripada Prancis, dengan menunjuk pada posisi fiskal yang lebih kuat, momentum pertumbuhan yang membaik, dan valuasi yang "masih menarik".