Story
Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi 2023 di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Summary
Harga gas alam Eropa mencapai level tertinggi sejak 2023 karena meningkatnya konflik militer yang melibatkan Iran dan AS, memicu kekhawatiran besar akan gangguan pasokan gas alam cair (LNG) global melalui Selat Hormuz.
Harga gas alam di Eropa dan Inggris melonjak pada hari Rabu ke level tertinggi sejak 2023, dipicu oleh kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan yang parah akibat meluasnya konflik militer antara pasukan AS dan Iran menjelang musim dingin di belahan bumi utara.
Eskalasi Konflik Ancam Jalur LNG
Pemicu utama lonjakan harga adalah eskalasi operasi militer di Timur Tengah. Menurut laporan, kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terkoordinasi terhadap beberapa kota di Arab Saudi, sementara pasukan AS dilaporkan menyerang beberapa tanker minyak Iran. Eskalasi ini meningkatkan premi risiko geopolitik secara signifikan.
Perkembangan ini secara langsung mengancam navigasi maritim melalui Selat Hormuz, sebuah jalur transit penting yang menyumbang sekitar 20% dari lalu lintas gas alam cair (LNG) global, terutama yang berasal dari Qatar. Prospek blokade atau pembatasan transit di Teluk Persia telah memaksa perusahaan utilitas Eropa untuk bersaing ketat dengan pembeli Asia dalam mendapatkan kargo pengganti dari cekungan Atlantik.
Harga Melonjak di Tengah Rendahnya Stok
Kenaikan harga ini tercermin pada kontrak acuan gas Eropa. Kontrak gas Belanda TTF untuk bulan depan melonjak ke €79 per megawatt-hour (MWh), level tertinggi sejak 2023. Di Inggris Raya, kontrak gas grosir NBP yang setara menyentuh level tertinggi sejak akhir 2022, naik menjadi 196 pence per therm.
AdKejutan geopolitik ini terjadi pada saat keamanan energi Eropa berada dalam posisi rentan. Data dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan gas bawah tanah hanya terisi sekitar 64% dari kapasitas, tertinggal dari rata-rata musiman lima tahun. Lambatnya pengisian stok disebabkan oleh kombinasi gelombang panas musim panas yang meningkatkan permintaan gas untuk pembangkit listrik, pemeliharaan pipa di Norwegia, dan keterlambatan pengiriman LNG dari Qatar.
Implikasi bagi Inflasi dan Kebijakan Moneter
Lonjakan tajam harga gas Eropa, ditambah dengan harga minyak mentah Brent yang mendekati $99,50 per barel, memperburuk kekhawatiran inflasi akibat tekanan biaya (cost-push inflation) di seluruh rantai pasok manufaktur dan ritel Eropa.
Kondisi ini mempersulit lanskap kebijakan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Dengan percepatan inflasi utama Zona Euro yang didorong oleh kenaikan komponen energi, pasar uang telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh ECB.